Kasus Heli AW 101, Jenderal Gatot Benarkan Pemanggilan Eks KSAU

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menjawab pertanyaan awak media seusai menghadiri acara Persatuan Purnawirawan Abri di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu, 22 November 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menjawab pertanyaan awak media seusai menghadiri acara Persatuan Purnawirawan Abri di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu, 22 November 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan adanya pemanggilan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Purnawirawan Agus Supriatna. Pemanggilan ini dilakukan oleh POM TNI yang akan memeriksa Agus sebagai saksi terkait kasus korupsi Helikopter August Westland 101 (AW 101).

    "POM TNI mengadakan penyelidikan dan penyidikan, dan memanggil mantan KSAU untuk dimintai keterangan sebagai saksi," ujar Gatot di Hotel Kartika Chandra, Jakarta pada Rabu, 22 November 2017.

    Baca: Kasus Helikopter AW 101, Mantan KSAU Dapat Panggilan Kedua

    POM TNI melayangkan panggilan kedua kepada mantan Kepala Staf TNI AU Marsekal Purnawirawan Agus Supriatna. Surat panggilan itu tertuang dengan Nomor PGL-145/VIII/2017 tanggal 4 Agustus 2017 tentang panggilan kepada Marsekal Agus Supriatna.

    Agus dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi atas dugaan kasus tindak pidana insubordinasi penyalahgunaan wewenang dan turut membantu tindak pidana korupsi Helikopter AW 101 dalam pengadaan TNI AU tahun anggaran 2016, yang dilakukan Letnan Kolonel Adm Wisnu Wicaksono.

    Baca: Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Kasus Helikopter AW 101

    Namun, Agus tidak memenuhi panggilan pertama tersebut. Alhasil, ia kembali mendapat surat panggilan kedua nomor PGL-151/VIII/2017 tanggal 10 Agustus 2017 tentang pemanggilan ulang dengan perkara yang sama.

    Menurut Gatot, Agus tak memenuhi panggilan itu sebanyak dua kali karena ada kesibukan. Dia mengatakan nantinya mantan KSAU itu akan memenuhi panggilan tersebut. "Kita tunggu saja setelah selesai sibuknya, akan memberikan keterangan sebagai saksi," kata dia.

    Saat ditanya awak media apakah akan ada pemanggilan paksa terhadap Agus karena dua kali mangkir, Gatot menampik hal tersebut. Dia mengatakan selesai kesibukan Agus akan memenuhi pemanggilan sebagai saksi kasus AW 101 itu. "Saya pikir tidak pakai paksa-paksa, beliau pasti sudah akan datang," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.