Menurut Fredrich, Setya Novanto Anggap Rutan KPK Cukup Layak

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto, menjalani pemeriksaan perdana pasca penahanan, di gedung KPK, Jakarta, 21 November 2017. Berbeda dengan saat pertama tiba di Rutan KPK, Setya Novanto tidak menggunakan kursi roda. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua DPR Setya Novanto, menjalani pemeriksaan perdana pasca penahanan, di gedung KPK, Jakarta, 21 November 2017. Berbeda dengan saat pertama tiba di Rutan KPK, Setya Novanto tidak menggunakan kursi roda. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -- Setya Novanto tersangka korupsi e-KTP yang menempati rumah tahanan KPK sejak Senin 20 November 2017 dini hari memberikan penilaian bahwa kondisi rutan KPK berkualitas baik.

    "Beliau mengatakan rutan di sini sangat baik, sangat layak tempatnya dan sangat ramah terhadap tahanan. Dia mengatakan fasilitas yang lebih dari rutan yang pernah dia tinjau sebelumnya," kata Fredrich Yunadi, pengacara Setya Novanto di gedung KPK Jakarta, Selasa 21 November 2017.

    Tampak depan ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 6 Oktober 2017. Rumah tahanan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK tersebut berkapasiatas 37 orang 29 diantaranya laki-laki dan 8 perempuan. Tempo/Ilham Fikri.

    Setya Novanto ditahan selama 20 hari terhitung 19 November sampai 6 Desember di Rutan Negara Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK karena ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi KTP- Elektronik yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun.

    BACA: Setya Novanto Kini Harus Berbagi Sel dengan Rochmadi dan Sujendi

    "Yang jenguk masih hanya pengacara, KPK tidak melarang tapi ada prosedurnya. Kita harus mengajukan permohonan. Siapa saja yang menjenguk. Permohonan kita sudah ajukan Insya Allah hari ini diberikan persetujuan kepada keluarga dan kader partai menjenguk karena disini ketat sekali," tambah Fredrich. Hari besuk untuk tahanan KPK adalah pada Senin dan Kamis.

    Petugas memeriksa ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat peresmian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 6 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Puspa PerwitasariSel yang dihuni Setya Novanto di Rumah Tahanan Kelas I Cabang KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta berdaya tampung lima orang. Setya berbagi dengan kawan satu selnya auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri, dan pengusaha Sujendi Tarsono selama 20 hari ke depan.

    Baca: KPK: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Setya Novanto

    Rutan KPK yang dihuni Setya Novanto masih terbilang baru. Ada tiga jenis ruangan untuk tahanan di Rutan KPK. Untuk tahanan laki-laki terdiri dari 4 kamar berkapasitas 5 orang, 2 kamar berkapasitas 3 orang, dan 3 kamar berkapasitas 1 orang, untuk tahanan laki-laki. Kemudian untuk perempuan ada 2 kamar berkapasitas 3 orang dan 2 kamar berkapasitas 1 orang.

    Petugas Kepolisian melakukan pengecekan di ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat peresmian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 6 Oktober 2017. Tempo/Ilham Fikri.Kamar yang berkapasitas 1 orang merupakan sel isolasi untuk para tahanan yang baru ditahan ataupun yang menderita sakit sehingga harus dipisahkan dengan tahanan lainnya. Untuk tahanan yang baru ditahan, nantinya setelah sepekan merasakan sel isolasi, dipindahkan ke sel untuk lima orang.

    Sel yang ditempati Setya Novanto berkapasitas lima orang. Di ruang tahanan ini masing-masing sel dipasangi exhaust fan. Tak jauh dari situ ada ruang berkumpul yang dilengkapi televisi dan ada pula ruang berolahraga bersama. Ada juga ruang ibadah bagi tahanan non-muslim yakni di ruang bertemu keluarga. Sementara untuk ruang salat Jumat bagi tahanan muslim akan dilakukan di ruang TV.

    Infografis: Kasus-Kasus Lain Setya Novanto, Dari Bank Bali sampai Limbah Beracun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.