Airlangga Mengaku Siap Gantikan Setya Novanto Jadi Ketum Golkar

Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) saat mendeklarasikan dirinya menjadi calon ketua umum Partai Golkar di Jakarta, 1 Maret 2016. Airlangga Hartarto yang didukung oleh DPD I dan II mengaku siap maju menjadi calon ketua umum Partai Golkar dalam penyelenggaraan Musyawarah Nasional bersaing dengan kandidat lainnya Idrus Marham, Mahyudin, Indra Bambang Utoyo, Ade Komarudin, Setya Novanto dan Aziz Syamsudin. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan siap menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Namun ia memilih menunggu dorongan dari pengurus dan para ketua DPD tingkat I Partai Golkar terlebih dahulu.

Koordinator Bidang Perekonomian Partai Golkar ini menjelaskan dirinya mengembalikan semuanya pada pengurus dan para ketua DPD menyuarakan aspirasinya. "Jadi tentu kalau teman di daerah atau pengurus memberikan dukungan, sebagai kader jadi saya siap," katanya di Kantor DPP Golkar, Jakarta pada Selasa, 21 November 2017.

Baca: Hasil Rapat Pleno Golkar, Nasib Setya Novanto Tunggu Praperadilan

Meski begitu, Airlangga menuturkan dirinya belum melakukan konsolidasi apapun, baik ke pengurus partai di pusat maupun di daerah. Ia memilih menunggu hasil sidang praperadilan yang didaftarkan Setya Novanto ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Nama Airlangga santer disebut bakal menggantikan Setya Novanto yang kini menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek e-KTP. Pada Senin lalu, Airlangga dan politikus senior Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan diketahui datang ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Baca: Ini Surat Menolak Lengser dari Setya Novanto ke Golkar dan DPR

Airlangga enggan menanggapi ihwal apakah kedatangannya itu berkaitan dengan Golkar atau tidak. "Saya no comment, kalau ketemu bapak, urusannya kan kerjaan," kata dia.

Rapat pleno DPP Golkar yang berlangsung sejak siang hingga malam kemarin mengeluarkan lima hal keputusan. Pertama, menyetujui Idrus Marham sebagai pelaksana tugas ketua umum sampai keputusan praperadilan. Kedua, bila gugatan Setya Novanto dikabulkan pengadilan, maka saat itu juga posisi pelaksana tugas ketua umum berakhir.

Ketiga, bila gugatan Setya Novanto ditolak, maka pelaksana tugas ketua umum bersama ketua harian akan meminta Setya Novanto mengundurkan diri. Keempat, jika Ketua DPR RI itu menolak mundur, maka DPP Partai Golkar akan menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa. Keputusan terakhir adalah posisi Setya Novanto sebagai ketua DPR menunggu putusan praperadilan.






Dugaan Retas HP Menko Airlangga, Jubir: Tidak Ada Kiriman File Spyware

2 hari lalu

Dugaan Retas HP Menko Airlangga, Jubir: Tidak Ada Kiriman File Spyware

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Alia Karenina buka suara soal dugaan peretasan terhadap ponsel milik Menteri Airlangga Hartarto.


10 Provinsi Dapat Rp 10 Miliar karena Dinilai Bisa Kendalikan Inflasi

3 hari lalu

10 Provinsi Dapat Rp 10 Miliar karena Dinilai Bisa Kendalikan Inflasi

Airlangga mengungkapkan ada sepuluh provinsi yang mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) karena mampu mengendalikan inflasi.


Partai Golkar Sambut Baik jika Ridwan Kamil ingin Bergabung

3 hari lalu

Partai Golkar Sambut Baik jika Ridwan Kamil ingin Bergabung

Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya terbuka jika Ridwan Kamil ingin bergabung. Tapi semua tergantung Ridwan Kamil sendiri.


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

5 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

6 hari lalu

Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

Tingkat elektabilitas PDIP mencapai 21,6 persen; Demokrat dan Golkar mencapai 11,3 persen.


Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

6 hari lalu

Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

Puan Maharani akan melanjutkan safari politiknya. PDIP menyebut sudah berkomunikasi dengan Golkar. Tergantung kecocokan waktu.


Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

6 hari lalu

Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

Golkar mencapai popularitas 94,0 persen dan kesukaan 75,9 persen.


Wakil Ketua DPRD Depok Injak Leher Sopir Truk, Petang Ini Dipanggil Tim Khusus Golkar

6 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Depok Injak Leher Sopir Truk, Petang Ini Dipanggil Tim Khusus Golkar

DPD Partai Golkar Kota Depok menjadwalkan pemanggilan terhadap Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri, Senin petang, 26 September 2022.


Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

9 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri menginjak sopir truk dan menghukumnya untuk push up


Kejaksaan Agung Dalami Dugaan Korupsi Impor Garam di Kemenko Perekonomian

11 hari lalu

Kejaksaan Agung Dalami Dugaan Korupsi Impor Garam di Kemenko Perekonomian

Pada 2018, terdapat 21 perusahaan importir garam mendapatkan kuota persetujuan impor garam industri dengan nilai sebesar Rp2,05 triliun.