Fredrich Yunadi: Obat dari RSCM Kurang Cocok untuk Setya Novanto

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi saat menyambangi KPK, di Jakarta, 20 November 2017. Kedatangan Fredrich ke KPK untuk melihat kondisi terakhir kliennya yang ditahan KPK. TEMPO/ Wildan Aulia Rahman

TEMPO.CO, Jakarta - Fredrich Yunadi, kuasa hukum Setya Novanto, hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, hari ini, Selasa, 21 November 2017. Ia menemani kliennya, yang diperiksa penyidik sebagai tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Hadir di gedung KPK selama sekitar 4,5 jam, Fredrich mengklaim pemeriksaan terhadap Setya ditangguhkan penyidik karena kondisi kesehatannya yang belum memungkinkan. "Saya diminta (oleh penyidik) untuk berkonsultasi dengan dokter yang pertama kali merawat beliau di Rumah Sakit Premier (Jatinegara, Jakarta Timur)," ujarnya, Selasa.

Baca juga: Banyak Pengurus Golkar yang Ingin Setya Novanto Dipertahankan

Fredrich mengatakan obat yang diberikan RS Premier ternyata berbeda dengan yang diberikan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Ternyata yang dari RSCM memberikan obat kepada beliau, kok, kurang cocok," tuturnya.

RS Premier merupakan tempat perawatan Setya saat mengaku menderita vertigo sekitar pertengahan September lalu. Sedangkan RSCM merupakan tempat perawatan Setya seusai mengalami kecelakaan lalu lintas pada Kamis, 16 November 2017.

Setya sendiri merupakan tersangka keenam dalam perkara korupsi e-KTP. Ketua Umum Partai Golkar itu resmi diumumkan sebagai tersangka oleh KPK pada 10 November 2017. Sempat dijemput paksa, Setya akhirnya resmi ditahan KPK pada 20 November 2017.

Meski begitu, Fredrich mengaku tidak akan mendatangkan dokter dari RS Premier untuk hadir di KPK. "Saya hanya akan meminta resep pengantar. Dokter di sini (dokter KPK) yang mengadakan (pemeriksaan) karena itu semua ditanggung oleh KPK," ujarnya.

Baca juga: Rapat Pleno Golkar Bahas Nasib Setya Novanto Berlangsung Alot

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, belum bisa memastikan apakah memang penyidik memberikan penangguhan pemeriksaan kepada Setya Novanto. "Yang jelas, kami sudah dapat hasil pemeriksaan dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia), hasilnya fit to be questioned, dan RSCM juga bilang bahwa tersangka sudah tidak membutuhkan rawat inap," tuturnya.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

15 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

49 hari lalu

Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

Berikut beberapa kasus besar yang pernah berhasil dibongkar karena bantuan justice collaborator.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

49 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

29 Juni 2022

KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

Gamawan Fauzi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.


KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

27 Juni 2022

KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan uang itu bisa kembali ke Indonesia karena bantuan pemerintah Amerika Serikat dalam kasus korupsi e-KTP.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.