KPK Periksa Farhat Abbas untuk Tersangka Kasus E-KTP, Markus Nari

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Farhat Abas. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Farhat Abas. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Farhat Abbas hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, 21 November 2017. Menurut Farhat, kedatangannya ke KPK karena akan diambil keterangan oleh penyidik sebagai saksi perkara korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). "Untuk (tersangka) Markus Nari," kata Farhat.

    Farhat tiba di KPK sekitar pukul 10.45 WIB. Sebelum Farhat, lebih dulu hadir Setya Novanto, tersangka keenam kasus korupsi e-KTP, dan kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi, sekitar pukul 10.30 WIB. Setya juga diperiksa penyidik KPK, tapi belum bisa dikonfirmasi, apakah diperiksa sebagai saksi atau tersangka.

    Baca: Jadi Saksi Kasus E-KTP, Farhat Abbas Mengaku Heran Dipanggil KPK

    Markus Nari adalah anggota Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golongan Karya. Ia diduga ikut memperkaya diri dengan meminta duit kepada Irman, terpidana perkara e-KTP, senilai Rp 5 miliar dan menerima Rp 4 miliar. Ia juga diduga melancarkan penambahan anggaran untuk proyek e-KTP yang merugikan negara senilai Rp 2,3 triliun.

    Markus diduga merintangi proses penyidikan dengan mempengaruhi tersangka Miryam S. Haryani untuk membuat keterangan palsu dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

    Simak:  Kasus E-KTP, Farhat Abbas Bilang Miryam Ditekan Anggota DPR

    Farhat Abbas sendiri diduga mengetahui peran Markus dalam mempengaruhi keputusan Miryam untuk membuat keterangan palsu. Farhat juga sempat mendampingi pengacara Elza Syarief di KPK pada 11 Agustus 2017, ketika Elza juga diperiksa sebagai saksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.