Nurdin Halid: Golkar Akan Tarik Setya Novanto dari Ketua DPR

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menyampaikan pidato di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 7 Mei 2016. Nurdin Halin mendoaakan agar Setya Novanto cepat sembuh dan masalahnya cepat selesai, dan menghimbau Novanto untuk taat hukum, dan ikuti prosedur hukum. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menyampaikan pidato di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 7 Mei 2016. Nurdin Halin mendoaakan agar Setya Novanto cepat sembuh dan masalahnya cepat selesai, dan menghimbau Novanto untuk taat hukum, dan ikuti prosedur hukum. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan partainya akan menarik Setya Novanto dari posisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Nurdin mengatakan hal tersebut akan dibahas dan diputuskan dalam rapat pleno yang diagendakan besok, Selasa, 21 November 2017.

    "Besok, kami putuskan menarik Setya Novanto sebagai Ketua DPR," kata Nurdin di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta pada Senin, 20 November 2017.

    Baca: Kunjungi Setya Novanto di Tahanan, Otto Hasibuan: Dia Masih Lemah

    Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyarankan pergantian ketua DPR sebaiknya dilakukan setelah terpilih ketua umum definitif partai yang baru. Namun, menurut Nurdin, pergantian dapat dilakukan tanpa menunggu terpilihnya ketua umum baru.

    Nurdin mengatakan calon pengganti Setya akan dibahas dan diputuskan pada pekan ini. "Insya Allah dalam minggu ini diisi," ujarnya.

    Nurdin tak menjawab pasti saat ditanya ihwal nama-nama kader Golkar yang berpotensi menduduki Ketua DPR menggantikan posisi Setya yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia mengatakan bahwa ada banyak nama potensial dan Golkar menyerahkan proses penunjukan itu pada mekanisme yang ada.

    Baca: Idrus Marham: Setya Novanto Ikhlas Soal Posisi di DPR dan Golkar

    "Banyak yang potensial. Besok kami putusin penggantian, tapi siapa penggantinya kami serahkan pada mekanisme," kata Nurdin.

    Nurdin menegaskan, pergantian ketua DPR ini tak perlu menunggu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar dan terpilihnya ketua umum baru. "Enggak perlu munaslub, minggu ini sudah harus ada penggantian," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.