KPK Dalami Saham Deisti Astriani Tagor di PT Mondialindo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 20 November 2017. Deisti yang juga merupakan mantan komisaris PT Mondailindo Graha Perdana, diperiksa sebagai saksi terkait korupsi pengadaan e-KTP. TEMPO/Imam Sukamto

    Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 20 November 2017. Deisti yang juga merupakan mantan komisaris PT Mondailindo Graha Perdana, diperiksa sebagai saksi terkait korupsi pengadaan e-KTP. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, dalam perkara dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik. Deisti diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Quadras Solution Anang Sugiana Sudihardjo selama hampir delapan jam.

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan Deisti diperiksa untuk mendalami kronologi kepemilikan saham PT Mondialindo Graha Pradana dan PT Murakabi Sejahtera. "Kami juga dalami pihak-pihak yang memiliki saham di sana," kata Febri di kantor KPK, Senin, 20 November 2017.

    Baca juga: Istri Setya Novanto Penuhi Panggilan KPK Soal Korupsi E-KTP

    Febri menjelaskan, penyidik berusaha mengungkapkan riwayat kepemilikan perusahaan tersebut. Menurut dia, penyidik ingin melihat keterkaitan dari beberapa perusahaan, kepemilikan saham, proses distribusi, dan perpindahan saham. "Nama saksi juga tercantum di dalam salah satu perusahaan lain dengan jabatan yang cukup tinggi dan kuat," ujarnya.

    Keterlibatan keluarga Setya dalam proyek e-KTP mengemuka dalam persidangan korupsi proyek tersebut. Dalam persidangan pada 3 November, misalnya, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto membenarkan ia pernah menjadi komisaris PT Mondialindo Graha Perdana, perusahaan yang memiliki saham mayoritas di PT Murakabi Sejahtera—salah satu perusahaan pemenang tender proyek e-KTP.

    PT Murakabi dipimpin keponakan Setyo Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. Di perusahaan tersebut, Irvan menjabat direktur operasional. Saham perseroan ini juga pernah dimiliki Vidi Gunawan, adik Andi Narogong.

    Jaksa penuntut umum KPK menyebutkan istri dan anak Setya memiliki saham di PT Mondialindo pada 2008-2011. Istri Setya, Deisti, memiliki 50 persen saham, sedangkan anaknya, Reza Herwindo, 30 persen. Belakangan, Setya Novanto membantah ihwal kepemilikan saham itu.

    Febri menegaskan, penyidik tidak akan tergantung pada bantahan atas kesaksian sejumlah saksi. Yang terpenting, kata dia, penyidik memiliki bukti dalam menyusun konstruksi peristiwa. "Kalaupun ada yang dibantah tentu kami tidak tergantung pada bantahan," ujarnya.

    Seusai pemeriksaan, Deisti Astriani Tagor ogah berbicara ihwal pemeriksaan hari ini. Ia memilih bungkam dan menerobos kerumunan awak media yang menunggu klarifikasi Deisti terkait dengan kepemilikan saham tersebut. Keluar pukul 17.51, ia memilih langsung masuk ke dalam mobilnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.