Lagi, 800 Warga yang Sempat Disandera Dievakuasi ke Timika

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi warga oleh Pasukan Khusus Indonesia Kopassus 13 dengan dibantu pasukan Raider 751 30 orang, dan 2 Tim dari Taipur Kostrad di desa Kimbely dan Banti, Tembagapura, Mimika, Papua. Sekitar 347 orang terdiri dari warga pendatang dan pribumi berhasil diselamatkan. Foto/Istimewa

    Proses evakuasi warga oleh Pasukan Khusus Indonesia Kopassus 13 dengan dibantu pasukan Raider 751 30 orang, dan 2 Tim dari Taipur Kostrad di desa Kimbely dan Banti, Tembagapura, Mimika, Papua. Sekitar 347 orang terdiri dari warga pendatang dan pribumi berhasil diselamatkan. Foto/Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan ada sebanyak 804 warga Desa Banti dan Kimbely, Tembagapura, Mimika, Papua yang telah dievakuasi pada Senin, 20 November 2017. Mereka mulai dievakuasi ke luar desa sejak pukul 10.00 WIT.

    “Evakuasi hari ini sedang berjalan, dari tadi pagi sekitar jam 10.00 WIT. Semua digiring ke Timika, ada sekitar 804 warga asli Papua,” kata Kamal saat dihubungi Tempo pada Senin, 20 November 2017.

    Baca: Pengejaran Pelaku Penyanderaan Papua Tetap Dilanjutkan

    Menurut Kamal, para warga itu akhirnya bersedia dievakuasi setelah memilih bertahan selama beberapa hari. Kamal mengatakan warga memilih dievakuasi untuk mendapatkan kebutuhan mereka seperti logistik, kesehatan, dan pendidikan. Pada Jumat, 17 November 2017, sekitar 344 warga dua desa itu telah dievakuasi lebih dulu.

    Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar sempat menemui warga untuk bernegosiasi agar mereka bersedia dievakuasi. “Kami memastikan apa keinginan masyarakat,” kata Kamal. Selain itu, dalam negosiasi dijelaskan bagaimana situasi dan kondisi serta bagaimana dampaknya. Namun, saat itu warga bersikeras tetap tinggal dengan kondisi yang tengah dihadapi.

    Baca: Polda Papua: Ada 500 warga Tembagapura yang Minta Dievakuasi Lagi

    Pada Ahad, 19 November 2017, seusai ibadah, warga pun meminta dievakuasi. Mereka meminta evakuasi dilakukan pada hari ini. Kepolisian pun menyiapkan 12 unit mobil dari PT Freeport Indonesia untuk membawa warga. “Sudah jalan sekitar jam 14.00 WIT ke Timika dan diperkiran akan sampai satu jam lagi,” kata dia.

    Sedangkan untuk 196 warga sisanya, Kamal mengatakan masih menetap di Desa Banti dan Kimbely. Meski begitu, tim gabungan TNI dan Polri akan tetap memberikan pengamanan. "Apakah nantinya mereka akan tetap atau ikut evakuasi, semua tergantung warga. Kami sudah menjelaskan situasinya jika mereka tetap tinggal,” kata Kamal.

    Sejak dua pekan terakhir, sekitar 1.300 warga di Desa Banti dan Kimbely terisolasi oleh kelompok bersenjata. Mereka dilarang ke luar desa. Tim gabungan TNI dan Polri melakukan berbagai upaya persuasif hingga tindakan tegas terukur untuk membebaskan warga. Sekitar 344 warga akhirnya bisa dibebaskan pada Jumat pekan lalu. Hari ini, 804 warga menambah jumlah warga yang dievakuasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?