Minggu, 22 September 2019

Nazaruddin: Gamawan Terima US$ 4,5 Juta dari Proyek E-KTP

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan anggota DPR Komisi III M Nazaruddin (tengah) berjalan sebelum memberikan keterangan kesaksian dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dengan tersangka Irman dan Sugiarto  sebelum menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan delapan orang aksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 3 April 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan anggota DPR Komisi III M Nazaruddin (tengah) berjalan sebelum memberikan keterangan kesaksian dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dengan tersangka Irman dan Sugiarto sebelum menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan delapan orang aksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 3 April 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, mengkonfirmasi adanya aliran uang senilai US$ 2 juta dan US$ 2,5 juta kepada mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, untuk pemenangan tender proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). "Di dalam BAP Anda katakan, 'Saya diberi tahu Andi ada pemberian kepada Gawaman Fauzi dua kali, US$ 2 juta dan US$ 2,5 juta’. Apa benar?" kata ketua majelis hakim, Jhon Halasan Butar-Butar, dalam sidang perkara korupsi pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 20 November 2017.

    Nazar membenarkan uang itu sudah diserahkan. Uang diberikan sebelum Gamawan menandatangani penetapan pemenang lelang pengadaan proyek e-KTP. "Kalau tidak, penetapan pemenang tidak akan terealisasi. Penetapan pemenang ada di Menteri," ujar Nazar dalam sidang dengan terdakwa Andi Narogong.

    Baca: Sidang E-KTP Andi Narogong, Nazaruddin Hadir Jadi Saksi

    Menurut Nazaruddin, informasi pemberian uang kepada Gamawan diperoleh dari Andi Narogong. Berdasarkan keterangan BAP, kata Nazaruddin, uang itu diberikan pada akhir Februari atau Maret 2011. Nazaruddin mengungkapkan Andi sempat bercerita tentang ancaman Gamawan terhadap dirinya.

    Gamawan mengancam pemenang lelang akan dibatalkan jika uang tidak diberikan. Andi disebut memberikan uang itu melalui adik Gamawan bernama Azmin Aulia di kantornya, kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

    Baca juga: Nazaruddin Ungkap Peran Anas Urbaningrum...

    Sebelumnya, Gamawan mengklarifikasi adanya pertemuan antara adiknya, Azmin Aulia, dan terdakwa kasus korupsi e-KTP, Irman. Gamawan membantah pertemuan keduanya berkaitan dengan pembahasan proyek e-KTP. "Itu mungkin saja bertemu, karena mereka satu almamater di Universitas Andalas, tidak berdua saja, sama yang lain juga," kata Gamawan saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 9 Oktober 2017.

    Kepada Jhon Halasan, Gamawan menyebut adiknya tidak terlibat perkara korupsi e-KTP yang tengah diusut KPK. "Saya sebelumnya tidak tahu kalau dia (Azmin) kenal Paulus Tannos. Saya kan di Padang, dia di Jakarta," ucap Gamawan.

    KARTIKA ANGGRAENI | FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe