Setya Novanto Akui Minta Perlindungan Jokowi, Tito, Jaksa Agung

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (kanan) seusai jamuan makan di Istana Merdeka, Jakarta, 22 November 2016. Dalam pertemuan tersebut Presiden menyambut baik dukungan Golkar dari seluruh wilayah untuk jaga stabilitas dan ketertiban sosial. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (kanan) seusai jamuan makan di Istana Merdeka, Jakarta, 22 November 2016. Dalam pertemuan tersebut Presiden menyambut baik dukungan Golkar dari seluruh wilayah untuk jaga stabilitas dan ketertiban sosial. ANTARA/Yudhi Mahatma

    JAKARTA-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto mengaku telah meminta perlindungan kepada Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Jaksa Agung M. Prasetyo ihwal kasus hukum yang menjerat dirinya.

    "Saya sudah melakukan langkah-langkah dari mulai melakukan SPDP di kepolisian dan mengajukan perlindungan hukum kepada Presiden, maupun  Kapolri, Kejaksaan Agung," kata Setya Novanto sesaat setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta pada Senin, 20 November 2017 dini hari.

    BACA:Setya Novanto: Saya Tak Sangka Ditahan Tengah Malam

    Permintaan perlindungan hukum itu sebelumnya juga sempat diutarakan pengacara Setya, Fredrich Yunadi. Kendati begitu, baik Fredrich maupun Setya tak merinci perlindungan semacam apa yang mereka maksudkan.

    Adapun SPDP yang dia sebutkan yakni terkait pelaporan dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang oleh kuasa hukum Setya ke Badan Reserse Kriminal Polri. Fredrich melaporkan kedua pimpinan KPK ini atas dugaan pemalsuan surat pencegahan Setya ke luar negeri dan penyalahgunaan wewenang. Dua pekan lalu sebelum Setya ditetapkan sebagai tersangka, Fredrich mengklaim surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) Agus dan Saut telah keluar.

    BACA:Presiden Jokowi Minta Setya Novanto Ikuti Proses Hukum

    Setya Novanto tak menyangka ditahan KPK. Dia memang menempuh beragam langkah hukum untuk menghindari hal tersebut. Selain melaporkan pimpinan KPK ke kepolisian dan meminta sejumlah perlindungan, Setya juga mengajukan gugatan praperadilan. Setya sebelumnya lolos dari status tersangka setelah gugatan praperadilannya dimenangkan oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar.

    BACA: Sebelum Raib, Setya Novanto Ajukan Gugatan Praperadilan

    "Saya sudah pernah praperadilan," ujar Setya Novanto Selang empat hari setelah ditetapkan tersangka untuk kali kedua, Setya kembali mengajukan gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan.

    KPK menetapkan Setya sebagai tersangka dalam perkara korupsi e-KTP senilai Rp 5,84 triliun. Dua kali menjerat Setya sebagai tersangka, baru pada Ahad menjelang tengah malam kemarin KPK berhasil membawa Setya ke markas KPK. Rompi oranye yang dikenakan Setya Novantomenunjukkan Ketua DPR ini resmi ditahan KPK.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.