KPK Putuskan Segera Tahan Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto tiba di gedung KPK, Jakarta, 19 November 2017.  Setya ditahan selama 20 hari ke depan hingga 6 Desember 201. ANTARA

    Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto tiba di gedung KPK, Jakarta, 19 November 2017. Setya ditahan selama 20 hari ke depan hingga 6 Desember 201. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarief mengatakan lembaganya segera menahan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto lantaran  tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menganggap ketua DPR tersebut lagi memerlukan rawat inap.

    "Bahwa menurut keterangan dokter, Setya Novanto tidak memerlukan lagi rawat inap. Oleh karena itu, sesuai dengan standar atau prosedur pembantarannya tidak dibutuhkan lagi," kata Laode dalam konferensi pers di Lobby 1 Kencana, RSCM, Menteng, Jakarta Pusat pada Ahad, 19 November 2017.

    Baca juga: Setya Novanto Bungkam Saat Tiba di Gedung KPK untuk Ditahan

    Setya Novanto sempat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, setelah Kamis pekan lalu mengalami kecelakaan. Pada Jumat 17 November 2017,  KPK resmi mengumumkan penahanan Setya Novanto. Tetapi, Ketua DPR yang menjadi tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP itu tetap menolak meneken berita acara penahanan yang diserahkan oleh penyidik KPK.

    Laode mengatakan bahwa karena sudah tidak lagi dibutuhkan rawat inap di rumah sakit Setya Novanto segera dipindahkan ke rumah tahanan KPK.

    Menurut Laode, hasil pemeriksaan tim dokter RSCM dan Tim IDI telah disampaikan langsung kepada Setya Novanto sebagai tersangka. Pihak keluarga dan kuasa, kata Laode, juga telah diberitahu hasil dari pemeriksaan tim dokter.

    "Perlu diberitahukan bahwa kondisi terkahir telah disampaikan ke Keluarga yang bersangkutan dan kuasa hukum," kata dia.

    Juru Bicara KPK, Febri Diansyah sebelumnya mengatakan bahwa Setya nantinya akan ditempatkan di Rumah Tahanan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK selama 20 hari ke depan.

    Setya ditetapkan sebagai tersangka korupsi yang diduga merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun. Perlu jalan panjang bagi komisi antirasuah untuk bisa membawa Setya ke markas KPK.

    Setya berkali mangkir dari panggilan pemeriksaan, baik sebagai saksi maupun tersangka. Status tersangka Setya sebelumnya juga sempat gugur saat gugatan praperadilannya dikabulkan oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar.

    Saat KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka pada Jumat dua pekan lalu, Setya pun bermanuver dengan mengajukan gugatan praperadilan yang kedua kali. Sidang praperadilan Setya baru akan digelar pada Kamis, 30 November 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.