Diperiksa Dokter IDI, Setya Novanto Bicara Sedikit Lalu Tidur

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, melaporkan komisioner KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang ke Bareskrim Polri karena menerbitkan sprindik baru untuk kliennya. Jakarta, 10 November 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, melaporkan komisioner KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang ke Bareskrim Polri karena menerbitkan sprindik baru untuk kliennya. Jakarta, 10 November 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mendampingi kliennya saat diperiksa tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Fredrich mengatakan tersangka kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) itu hanya mampu berbicara sedikit, kemudian langsung tertidur saat diperiksa dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

    "Sambil tes, sambil tidur, dibangunin terus, jadi ngomong sepatah dua patah tidur," kata Fredrich di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ahad, 19 November 2017.

    Baca juga: Meme Setya Novanto Ramai Lagi, Bareskrim Belum Terima Laporan

    Fredrich menyebut tim dokter IDI masih merahasiakan hasil tes terhadap Setya Novanto. Hasil tes dari IDI akan dikombinasikan dengan tes dari pihak RSCM.

    Terkait dengan laporan kondisi kesehatan dari pihak rumah sakit, Fredrich juga tak mengetahuinya. Sebab, laporan tersebut hanya disampaikan ke pihak keluarga.

    Setya Novanto mengalami kecelakaan ketika menumpangi mobil yang dikendarai eks kontributor Metro TV, Hilman Mattauch, pada Kamis, 16 November 2017, pukul 18.30. Mobil menaiki trotoar hingga menabrak pohon dan tiang listrik. Penyebabnya adalah pengemudi yang kehilangan konsentrasi.

    Setya Novanto kecelakaan di sekitar wilayah Permata Hijau, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dia dirawat di RSCM setelah dipindah dari ruang VIP Rumah Sakit Medika, Permata Hijau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.