JK Sindir Setya Novanto Sebagai Pemimpin Yang Diburu?

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan di depan wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa, 7 November 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan di depan wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa, 7 November 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Medan – Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap kepengurusan KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) yang baru bisa disegani oleh berbagai pihak. Sebab, dirinya tidak ingin KAHMI dipimpin oleh orang yang diburu-buru.

    “Kami tidak ingin kepemimpinan KAHMI sama dengan kepemimpinan orang yang diburu-buru,” ujar pria yang akrab disapa JK tersebut ketika menutup Munas Ke-10 KAHMI di Istana Maimun, Medan, Sumatera Utara, Ahad, 19 November 2017.

    Baca juga: Diminta Turun Gunung ke Golkar Karena Setnov, JK: Saya di Darat

    JK menjelaskan, ia ingin KAHMI tidak dipimpin oleh orang yang diburu karena ia ingin kepemimpinan KAHMI membawa kebanggaan bagi anggotanya. Lagipula, kata ia, pengurus atau presidium KAHMI dipilih untuk menjadikan organisasi tersebut menjadi organisasi yang dihargai dengan tujuan-tujuan yang baik.

    Kalaupun memang ada masalah di dalam kepengurusan KAHMI, JK berkata hal tersebut harus diselesaikan dengan baik-baik. JK mengaku sempat mendengar kabar-kabar miring perihal seleksi pengurus KAHMI.

    "Tapi, kalau benar, harus diselesaikan juga dengan cara-cara etika yang baik," kata JK.

    Nah, perihal siapa pemimpin yang diburu-buru, JK tidak menyebutkan ataupun menjelaskan siapa pemimpin yang ia maksud. Namun, jika dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa nasional akhir-akhir ini, maka pemimpin yang lagi diburu adalah Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

    Setya Novanto, yang berstatus tersangka korupsi E-KTP, sempat kabur dari rumah untuk menghindari penjemputan KPK. Namun, belakangan ia berhasil ditahan setelah mengalami kecelakaan kendaraan bermotor di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

    Dalam kasus korupsi E-KTP, Setya Novanto disebut mengatur proses pengadaan untuk menguntungkan dirinya. Dan, menurut fakta persidangan, dirinya telah merugikan negara Rp2,3 triliun dalam proyek pengadaan E-KTP.

    AMIRULLAH, ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.