Minggu, 15 September 2019

Diminta Turun Gunung ke Golkar Karena Setnov, JK: Saya di Darat

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden M. Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pers di rumah dinas, Jakarta, 15 Mei 2017. Jusuf Kalla mengatakan, kecelakaan yang menimpa Setya Novanto tersebut tidak akan menganggu proses hukum yang sudah berjalan. Jusuf Kalla berharap ketua umum Partai Golkar tersebut bisa segera pulih. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden M. Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pers di rumah dinas, Jakarta, 15 Mei 2017. Jusuf Kalla mengatakan, kecelakaan yang menimpa Setya Novanto tersebut tidak akan menganggu proses hukum yang sudah berjalan. Jusuf Kalla berharap ketua umum Partai Golkar tersebut bisa segera pulih. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Medan - Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak memiliki niatan turun gunung ke Golkar untuk menyelamatkan partai itu dari dampak penahanan ketuanya, Setya Novanto, selaku tersangka korupsi E-KTP. Ia berseloroh, dirinya tak pernah ada di gunung.

    "Saya tidak pernah di gunung, tetap di darat," ujar pria yang akrab disapa JK itu seusai menutup Munas ke-10 KAHMI di Medan, Sumatera Utara, Minggu, 19 November 2017.

    Baca juga: Syarat Ketua Golkar Pengganti Setya Novanto Versi Akbar Tandjung

    Sebelumnya, KPK secara resmi telah mengeluarkan surat perintah penahanan untuk Setya Novanto pada Jumat kemarin. Dan, surat penahanan itu berlaku dari 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017.

    Menurut surat penahanan itu, Setya Novanto seharusnya ditahan di rumah tahanan (rutan) Klas I Jakarta Timur cabang KPK. Namun, karena ia menderita kecelakaan yang berujung pada cedera di kepala, Setya Novanto ditahan dalam kondisi dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

    Di saat bersamaan, posisi Setya Novanto di Golkar digoyang. Sejumlah kader mendorong penggantian ketua umum partai berlambang pohon beringin tersebut. Salah satu nama yang kerap disebut sebagai calon adalah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

    JK menjelaskan, dirinya tidak akan terjun Golkar untuk meredam gejolak yang terjadi karena dirinya sudah bukan pengurus lagi. Ia berkata, dirinya sudah tidak berhak mewakili Golkar.

    Adapun JK meminta masyarakat untuk bersabar terhadap proses hukum Setya Novanto. Ia tidak ingin sampai ada intervensi. "Proses hukum sudah berjalan," ujarnya mengakhiri.

    AMIRULLAH, ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.