Bisakah Setya Tuntut KPK ke Pengadilan HAM? Ini Penjelasannya

Warga berfoto di samping tiang listrik yang pada Kamis (16/11) lalu ditabrak mobil Fortuner yang ditumpangi Setya Novanto, di Jalan Permata Berlian, Jakarta, 19 November 2017. Sejak heboh pada Kamis lalu, tiang listrik tersebut beberapa kali dikunjungi warga yang penasaran hingga ada yang meletakkan karangan bunga didekatnya. TEMPO/Dewi Nurita

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum Gandjar Laksamana Bonaprapta menilai rencana penasehat hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Internasional tidak tepat. "Tindakan KPK dianggap melanggar HAM itu tidak tepat,” kata Gandjar di sela-sela acara Peace One Day di Jakarta, Ahad, 19 November 2017.

Pengadilan HAM internasional memiliki kompetensi hukum yang berbeda sehingga tidak semua pelanggaran bisa dibawa ke Pengadilan HAM internasional. Pelanggaran yang bisa diproses oleh pengadilan HAM, kata Gandjar adalah genosida dan pelanggaran HAM berat.

Baca: Mahfud MD: Pembantaran Setya Novanto oleh ...

Yunadi mengancam akan melaporkan KPK ke Pengadilan HAM karena menahan Ketua DPR itu dalam keadaan sakit. Tindakan itu dianggap melanggar hak asasi Setya. "Bahwa ada hak yang terlanggar, itu mungkin,” kata Gandjar. Tapi, pengajar Universitas Indonesia itu tidak yakin KPK melanggar hak asasi Setya Novanto.

Setya Novanto kembali ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP pada akhir Oktober 2017. Sebelumnya, status tersangka Setya gugur setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan Setya pada 29 September 2017. KPK menyatakan memiliki bukti baru dengan menjerat Setya kembali menjadi tersangka.

Baca juga: Romli Atmasasmita: KPK Rugi Menahan Setya ...

Dipanggil berkali-kali sebagai saksi mau pun tersangka, berkali-kali pula Setya mangkir. Terakhir, ia dipanggil pada Rabu lalu, 15 November 2017. Ia mangkir dan memilih memimpin sidang paripurna DPR. Malam harinya, DPR menjemput Setya di rumahnya, namun tak berhasil. Ketua Umum Partai Golkar itu tak ada di rumah.

Setya "menghilang" dan diketahui mengalami kecelakaan pada Kamis, 16 November 2017. KPK menjadikannya tahanan pada malam itu juga namun kemudian membantarnya.


 






KPK Sayangkan Kasus Formula E Diseret ke Kepentingan Politik

1 jam lalu

KPK Sayangkan Kasus Formula E Diseret ke Kepentingan Politik

KPK menyayangkan kasus Formula E diseret ke masalah politik. Saat ini KPK masih mengumpulkan informasi termasuk dengan memanggil Anies Baswedan.


Jelang Deklarasi Capres Partai NasDem, Anies Baswedan Terlihat Hadir

2 jam lalu

Jelang Deklarasi Capres Partai NasDem, Anies Baswedan Terlihat Hadir

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terlihat hadir jelang acara deklarasi Capres oleh Partai NasDem yang digelar hari ini, Senin, 3 Oktober 2022.


Kasus Formula E, KPK: Penanganan Perkara Tak Bisa Diatur Pihak Tertentu

2 jam lalu

Kasus Formula E, KPK: Penanganan Perkara Tak Bisa Diatur Pihak Tertentu

KPK menyatakan penanganan perkara lembaganya tak bisa diatur oleh pihak-pihak tertentu dalam kaitan tudingan memaksakan kasus Formula E ke penyidikan


Isu Kriminalisasi Anies Baswedan, KPK: Tuduhan Kontraproduktif

2 jam lalu

Isu Kriminalisasi Anies Baswedan, KPK: Tuduhan Kontraproduktif

KPK menyatakan kasus Formula E dengan salah satu terperiksa Anies Baswedan masih di tahap penyelidikan.


Kasus Formula E, Relawan Anies Minta KPK Tidak Jadi Alat Politik

3 jam lalu

Kasus Formula E, Relawan Anies Minta KPK Tidak Jadi Alat Politik

Relawan Anies Baswedan yang tergabung dalam Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) meminta KPK tidak menjadi alat politik menjelang Pemilu 2024.


Partai NasDem Umumkan Anies Baswedan Capres Hari Ini

4 jam lalu

Partai NasDem Umumkan Anies Baswedan Capres Hari Ini

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, bakal mengumumkan Anies Baswedan sebagai capres yang diusung partainya hari ini, Senin, 3 Oktober 2022.


Belum Diusung Parpol, Anies Dideklarasikan Sebagai Capres oleh Majelis Warga

6 jam lalu

Belum Diusung Parpol, Anies Dideklarasikan Sebagai Capres oleh Majelis Warga

Majelis Warga mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres pilihan rakyat pada Minggu 2 Oktober 2022. Deklarasi ini diikuti oleh 57 perwakilan


5 Fakta Kasus Ferdy Sambo Cs: P21, Ferdi Diansyah, dan Konsorsium 303

1 hari lalu

5 Fakta Kasus Ferdy Sambo Cs: P21, Ferdi Diansyah, dan Konsorsium 303

Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo Cs menambahkan beberapa kasus P21, Ferdy Diansyah, dan konsorsium 303.


Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

1 hari lalu

Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

Keinginan Firli untuk menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka ini diduga berhubungan dengan isu Pilpres 2024.


Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

1 hari lalu

Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

Peringatan setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Institute dan AJI Jakarta meluncurkan Buku "Perlawanan Sehormat-hormatnya". Siapa saja yang hadir?