Komnas HAM Desak Polisi Usut Kasus Timika Secara Transparan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surabaya: Komnas mendesak polisi melakukan pengusutan secara transparan terhadap kasus penembakan di Timika, Papua, yang mengakibatkan tiga orang meninggal, dua di antaranya warga Amerika Serikat. Pengusutan secara terbuka akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan dunia internasional terhadap kinerja polisi di Indonesia. Desakan ini disampaikan anggota Komnas HAM H. Anshari Thayeb ketika ditemui di sela Seminar dan Peluncuran Buku "Toleransi Dalam Keragaman; Visi Abad ke-21" karangan Prof. Soetandyo Wignjosoebroto di Hotel Novotel Surabaya, Kamis (16/1). Komnas HAM sendiri, menurut Anshari, telah membentuk tim pengumpulan data. Tugasnya, memantau peristiwa itu berdasarkan data-data yang ada. Jika dipandang perlu, kelak akan dibentuk tim gabungan pencari fakta. "Sementara, kita baru tahap mengumpulkan data-data. Sebab, kalau langsung membentuk tim gabungan pencari fakta, selain membutuhkan dana yang besar, juga perlu proses yang agak lama. Tapi yang jelas, polisi harus mengungkap kasus itu secara transparan," katanya. Insiden penembakan di Timika, Papua, terjadi 31 Agustus 2002 dan menewaskan tiga orang. Tak kurang, Presiden AS George Bush sempat menelepon Presiden Megawati terkait kasus ini. (Sunudyantoro-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.