Ketua DPP Golkar: Sulit bagi Partai kalau Ketua Umum Ditahan

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) menghadiri peresmian pembangunan atap bangunan Gedung Panca Bakti DPP partai Golkar di Jakarta, 12 November 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ketum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) menghadiri peresmian pembangunan atap bangunan Gedung Panca Bakti DPP partai Golkar di Jakarta, 12 November 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga mengatakan kasus hukum Setya Novanto menjadi momentum bagi Partai Golkar untuk berbenah. “Saya kira jalan yang paling baik, mencari alternatif seperti yang diusulkan Jusuf Kalla, Ginandjar Kartasasmita. Dedi Mulyadi juga menyampaikan perlu ada penyelamatan partai,” ujar Andi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 November 2017.

    Sebelumnya, Wakil Presiden yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, mengatakan pengurus Partai Golkar harus bergerak untuk menyelamatkan partai. "Kalau ketua menghilang bagaimana partainya? Masak partai menghilang juga?" kata JK di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

    Baca juga: Golkar Akan Rapat Bahas Pengganti Setya Novanto Minggu Depan

    Menurut Andi, ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka membuat pengurus Golkar sulit untuk membahas urusan partai dengan ketua umum.

    “Kalau kita lihat ketua umum sebagai tahanan, kami berkunjung pun harus menyesuaikan dengan rumah sakit dan prosedur penahanan. Akan sangat sulit bagi Partai Golkar untuk membahas bersama ketua,” kata Andi.

    Andi mengatakan, di lingkup internal partai telah dilakukan banyak diskusi soal pergantian Setya Novanto sebagai ketua umum. Ia menyatakan Partai Golkar akan mengadakan rapat membahas pengganti Setya Novanto pada pekan depan.

    Selama ini, kata Andi, kekosongan kepemimpinan selama Setya Novanto terjerat kasus hukum tidak banyak mempengaruhi sistem di Partai Golkar. Namun, menurut dia, Golkar tidak boleh terus-menerus membenarkan bahwa tidak ada pengaruh figur pemimpin. “Perlu ada konsensus karena kita perlu cepat recovery diri,” ujar Andi.

    Baca juga: Ketua DPP Golkar: Kasus Setnov Tak Akan Pengaruhi Pilkada 2018

    Menurut Andi, sistem di Partai Golkar sudah berjalan dengan baik di bawah kendali kepala harian dan sekretaris jenderal. Namun Andi mengatakan, Partai Golkar perlu berbenah untuk memikirkan soal pangsa pasar dalam pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

    Ia mengatakan Partai Golkar sendiri memiliki harapan yang besar pada 2020. Menurut dia, yang terbaik dari partai saat ini adalah konsen terhadap generasi muda kader Golkar. “Nantinya, apa yang publik enggak suka, itu yang harus dijaga oleh anak muda Golkar,” ujar Andi.

    RIANI SANUSI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.