Cerita Pengurus Daerah Soal Setya Novanto Jadi Ketua Umum Golkar

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto bersama istri, Deisti Astriani Tagor. Instagram

    Setya Novanto bersama istri, Deisti Astriani Tagor. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah I Nusa Tenggara Timur Partai Golkar Melki Laka Lena mengungkapkan cerita soal bagaimana Setya Novanto bisa terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.  

    Melki mengatakan terpilihnya Setya Novanto baik sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan juga sebagai Ketua DPR atas kehendak para elite negeri ini. "Novanto terpilih, atas kehendak banyak orang, keinginan para petinggi negeri ini," kata Melki dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 18 November 2017.

    Baca juga: Setya Novanto Tolak Teken Berita Acara Penahanan

    Melki bahkan lebih jauh bertutur bahwa keterpilihan Setya dahulu sebagai Ketua DPR salah satunya merupakan kehendak Presiden Jokowi. Ia mengatakan demikian, setelah moderator bertanya terkait dengan dukungan Jokowi. "Saya kira demikian," kata dia.

    Ihwal kasus korupsi yang masih merintangi Setya Novanto, Melki mengatakan bahwa hingga sekarang Partai Golkar termasuk DPD I masih solid mendukung Setya. Ia bahkan mengatakan, meski kini Partai Golkar mengalami turbulensi seusai kasus yang menjerat Setya, ia yakin partai ini bisa melewati fase ini. "Kami sadar betul, harus solid dan mendukung aspirasi Golkar," kata dia.

    Baca juga: KPK Yakin Dokter RSCM Profesional Periksa Setya Novanto

    Sebelumnya, Setya Novanto sempat mengalami kecelakaan pada Kamis petang, 16 November 2017. Ia mengalami kecelakaan tunggal di sekitar wilayah Permata Hijau, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dia sempat dirawat di ruang VIP Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, tapi kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, setelah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dan mendatangi Setya pada Rabu malam.

    Pada Jumat, 17 November 2017, KPK resmi menahan Setya Novanto. Sebelumnya, KPK gagal menjemput paksa Setya, karena dia menghilang sebelum dijemput paksa pada Rabu malam, 15 November 2017. Nantinya, Setya bakal ditempatkan di Rumah Tahanan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK selama 20 hari ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.