Di Makassar Idrus Marham Singgung Sikap Golkar Terhadap Setnov

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menjenguk Setya Novanto yang dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta. 17 November 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menjenguk Setya Novanto yang dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta. 17 November 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Makassar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menahan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto alias Setnov terkait dugaan keterlibatannya dalam korupsi proyek e-KTP. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham meyakini langkah yang diambil KPK itu dilandasi oleh niat yang baik. Namun demikian, Partai Golkar tetap harus bersikap untuk mengawal proses hukum terhadap pimpinannya.

    "Tentunya Partai Golkar harus memastikan proses hukum ini berjalan baik dan sesuai fakta," ucap Idrus Marham di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat malam 17 November 2017.

    Menurut Idrus Marham, orientasi partai adalah mencari keadilan sesuai dengan hakekat hukum sejati. Dengan alasan itu pula Partai Golkar sampai saat ini belum memikirkan pengganti Setya Novanto. "Golkar sejak awal menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan penegak hukum, khususnya KPK," ujarnya. "Meski demikian kita tetap memperhatikan asas praduga tak bersalah."

    Idrus menyatakan sudah bertemu Novanto di rumah sakit, setelah pimpinannya itu mengalami kecelakaan saat berkendara di kawasan Jakarta Selatan. Menurut dia,  saat itu sebenarnya Novanto dalam perjalanan menuju KPK. "Pak Novanto berniat memenuhi panggilan KPK," katanya. Oleh karena itu, lanjut dia, Novanto berharap segera pulih agar bisa mengikuti seluruh proses hukum di KPK.

    Baca: Setya Novanto Segera Umumkan Penggantian Pengurus DPP Golkar

    Idrus menambahkan, Partai Golkar adalah partai besar yang sangat demokratis. Golkar memiliki kekuatan sistem sehingga beraneka ragam aspirasi kader dapat diakomodir. Sejauh ini kader belum memiliki wacana untuk mengganti Setnov. "Jadi enggak ada masalah. Kita tetap ikuti mekanisme,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.