Diputus Bersalah Korupsi Dody Rondonuwu Akan Ditangkap

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Korupsi

    Ilustrasi Korupsi

    TEMPO.CO, Samarinda - Kejaksaan Negeri Bontang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur periode 2014-2019, Dody Rondonuwu. Surat itu dikeluarkan setelah Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan Dody dalam kasus korupsi dana asuransi untuk anggota DPRD Kota Bontang.

    "Surat perintah penangkapan sudah kami keluarkan 14 November kemarin. Dalam salinan putusan kasasi, perintahnya jelas menahan terdakwa," kata Agus Kurniawan, pelaksana tugas Kepala Kejaksaan Negeri Bontang, lewat pesan pendek, Jumat, 17 November 2017.

    Baca juga: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk Diciduk KPK

    Dalam salinan putusan MA bernomor 739 K/PID.SUS/2017 tanggal 10 Oktober 2017, Dody dinyatakan bersalah atas kasus korupsi dana asuransi untuk 25 orang anggota DPRD Kota Bontang periode 2000-2004 serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang yang menggunakan pos Sekretariat Daerah tahun anggaran 2002, 2003, dan 2004. Dalam kasus ini, saat itu, Dody masih berstatus sebagai anggota DPRD Kota Bontang.

    "Kalau kita sudah undang atau panggil tidak hadir dan tidak beritikad baik, maka kami akan lakukan upaya paksa untuk menangkap dan mengeksekusi sesuai dengan perintah yang tertulis dalam amar putusan kasasi," ujar Agus.

    Jika tak ditemukan, kejaksaan akan membuat selebaran daftar pencarian orang untuk menangkap dan menahan Dody. "Kami selaku jaksa (eksekutor) yang melaksanakan berdasarkan perintah putusan MA," ucapnya.

    Dalam putusan MA itu, Dody dinyatakan tetap bersalah dan harus ditahan di rumah tahanan negara dengan dakwaan pidana penjara selama dua tahun serta denda Rp 50 juta. Jika denda tidak dibayar, akan diganti dengan kurungan badan tiga bulan dan uang pengganti Rp 218.359.950.

    Saat dikonfirmasi, Dody mengatakan akan patuh pada hukum. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengaku saat ini masih di luar kota.

    “Pastinya aku akan patuh pada hukum, ya. Enggak mungkin kita larilah dan tidak mungkin menabrakkan mobil ke tiang listrik,” tuturnya kepada Tempo melalui telepon seluler, Jumat.

    Namun Dody meminta waktu karena saat ini dia mengaku sedang menjalani proses penyembuhan penyakit sleep apnea-nya guna menjalani sejumlah terapi.

    “Pengacaraku sudah datang dan sampaikan bahwa saya meminta waktu. Tanggal 3 saya datang dan 4 Desember pagi saya datang ke kantor kejaksaan,” katanya. Meski menyebut ini kasus lama, Dody memastikan mematuhi putusan MA terkait dengan perkara korupsi itu. “Saya tidak ingin membuat malu nama partai,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.