Akses ke Ruangan Perawatan Setya Novanto Makin Dibatasi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bersenjata laras panjang tampak memasuki ruangan VIP B 322 - 327 Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, tempat tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto dirawat. 17 November 2017. Tempo/Caesar Akbar

    Polisi bersenjata laras panjang tampak memasuki ruangan VIP B 322 - 327 Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, tempat tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto dirawat. 17 November 2017. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Akses menuju ruangan perawatan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto semakin dibatasi. Pada pukul 05.30 hari Jumat, 17 November 2017, Tempo melihat ada garis pembatas dipasang sekitar lima meter dari pintu ruangan VIP B 322-327 di lantai tiga Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat. Tampak seorang penjaga menunggui depan pintu ruangan.

    Awak media tidak diperbolehkan garis pembatas tersebut. Wartawan hanya bisa memantau dari jauh ke ruangan itu.

    Baca juga: Setnov Kecelakaan, Pintu Ruang Rawat Rumah Sakit Ditutupi Koran

    Sebelumnya, Kamis sekitar pukul 21.00, kawasan lorong dalam ruangan VIP masih bisa dipantau dari luar. Namun pada Jumat sekitar pukul 03.15 WIB, pintu ditutup koran sehingga hanya tampak siluet orang berjaga sambil duduk di depan pintu itu. Dari sela-sela pintu, sedikit terlihat ada sejumlah orang duduk di lorong. Tempo masih bisa mendekati pintu.

    Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi berujar Setya belum bisa dibesuk. Dia mengatakan itu adalah arahan dokter.

    Dia lantas menunjukkan sebuah foto yang kata dia merupakan penampakan di depan pintu ruangan Setya. Dari foto, tampak himbauan "Pasien perlu istirahat dari penyakitnya dan belum bisa dibesuk" yang mengatasnamakan dokter Bimanesh yang menangani Setya.

    Atas dasar tersebut, Fredrich hanya mengizinkan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melihat sebentar keadaan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu. "Sudah, sudah lihat bahkan mereka sampai ambil video, sudah dikirim ke bosnya, mungkin bosnya puas," ujarnya.

    Setelah melihat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu, menurut Fredrich, para penyidik masih menunggu di sekitar ruangan lantaran ingin menemui dokter. Padahal, kata dia, dokter baru datang sekitar pukul 07.00 atau 08.00. "Tapi dia bilang 'kita mau tunggu, mau telepon', saya bilang ratusan kali bersama suster, enggak bisa."

    Setya Novanto
     mengalami kecelakaan pada Kamis malam setelah mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik. Akibatnya dia dirawat di Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, Jakarta Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.