Idrus Marham Klaim DPD Golkar Tak Mau Setya Novanto Diganti

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menjawab pertanyaan wartawan saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 11 September 2017. Kedatangan Idrus tersebut untuk mengantarkan surat keterangan sakit Ketua DPR RI Setya Novanto yang tak memenuhi panggilan KPK guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus pengadaan E-KTP. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menjawab pertanyaan wartawan saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 11 September 2017. Kedatangan Idrus tersebut untuk mengantarkan surat keterangan sakit Ketua DPR RI Setya Novanto yang tak memenuhi panggilan KPK guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus pengadaan E-KTP. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan sejumlah Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar tak sependapat dengan politikus senior partai ihwal penggantian Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

    "Enggak, DPD ini yang kuat, gonjang ganjing apapun di pusat mereka tetap jalan," ujar Idrus setelah bertemu dengan sejumlah Ketua DPD I Partai Golkar di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Kamis malam, 16 November 2017.

    Baca juga: Agung Laksono: Golkar Antisipasi Jika Setya Novanto Ditahan KPK

    Partai Golkar kembali bergejolak seiring dengan penetapan Setya sebagai tersangka korupsi e-KTP untuk kedua kalinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Sejumlah tokoh senior partai berlambang pohon beringin ini, misalnya Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung, mengusulkan Setya mundur atau diganti dari jabatan ketua umum.

    Menurut Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar, mekanisme penggantian ketua umum dapat dilakukan melalui musyawarah nasional luar biasa yang diusulkan oleh minimal dua pertiga ketua DPD I.

    "Berdasarkan konstitusi partai pasal 32 terkait perubahan kepemimpinan, pimpinan provinsi ini yang memiliki kewenangan tersebut," kata Idrus.

    Tak hanya menjadi tersangka untuk kedua kali, Setya Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan pada Kamis malam. Namun, Idrus menyampaikan sejumlah ketua DPD yang bertemu pada malam itu tak membahas ihwal rencana penggantian Setya atau penunjukan pelaksana tugas. "Sudah ada sistem semua itu. Tugas dan fungsi partai sudah dibagi dan berjalan dengan sendirinya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.