Pengacara: Setya Novanto Kecelakaan Saat Akan ke KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto, seusai pembukaan masa sidang pada rapat paripurna DPR, berusaha menghindari wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 15 November 2017. Tempo / Arkhelaus W.

    Ketua DPR Setya Novanto, seusai pembukaan masa sidang pada rapat paripurna DPR, berusaha menghindari wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 15 November 2017. Tempo / Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, dikabarkan kecelakaan dan kini dirawat di Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, Jakarta Barat. Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, membenarkan kabar tersebut.

    "Jadi saya dikabarkan lewat ajudannya bahwa beliau kecelakaan, nabrak tiang, kaca mobilnya pecah, beliau pingsan," kata Fredrich di Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Barat, Kamis, 16 November 2017.

    Menurut Fredrich, Setya Novanto saat itu sedang dalam perjalanan menuju KPK. "Jadi beliau tadinya mau ke studio Metro TV, terus mau ketemu DPD, dan terus dia minta saya mendampinginya ke KPK," ujar Fredrich.

    Baca juga: KPK Bakal Libatkan Kepolisian untuk Penangkapan Setya Novanto

    Menurut Fredrich, Setya terburu-buru hendak mengejar waktu ke KPK. "Sesuai janji beliau untuk memberikan keterangan apa yang mereka mintakan," katanya.

    Fredrich melanjutkan, Setya Novanto mengalami luka cukup parah tapi sudah mendapat penanganan awal di ruang gawat darurat. Adapun lokasi kecelakaannya, Fredrich mengaku belum mengetahuinya.

    Setya Novanto menghilang saat hendak dijemput paksa oleh KPK pada Rabu, 15 November 2017. Dia saat itu tak ada di rumah meski petugas KPK menyatroni rumahnya hingga dinihari.

    Fredrich mengatakan saat itu Setya sedang ada keperluan ke luar kota. Setelah kembali, hari ini juga dia berencana ingin datang ke pertemuan DPD Golkar.

    Indikasi Setya Novanto akan menyerahkan diri ke KPK sudah disampaikan oleh Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Menurut Idrus, dia yakin Setya akan menyerahkan diri ke KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.