TNI AL Tambah Alutsista Wujudkan Kekuatan Pokok Minimum pada 2024

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi (paling kanan), Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (dua dari kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (dua dari kiri) saat menerima KRI Bima Suci-945 di dermaga Jakarta Internasional Container Terminal, Jakarta, 16 November 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi (paling kanan), Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (dua dari kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (dua dari kiri) saat menerima KRI Bima Suci-945 di dermaga Jakarta Internasional Container Terminal, Jakarta, 16 November 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Laksamana  Ade Supandi mengatakan sedang membangun postur Angkatan Laut ke depan. Menurut dia, saat ini ada beberapa hal yang menjadi prioritas utama dalam mencapai target Kekuatan Pokok Minimun (MEF) pada 2024.

    "Beberapa yang jadi prioritas adalah pertama, kapal kombatan," ujar Ade kepada awak media saat acara penyambutan KRI Bima Suci-945 di Dermaga Jakarta Internasional Container Terminal, Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

    Baca: Ganti Alutsista Lama, TNI AL Lanjutkan Pengadaan Alutsista Tempur

    Ade berujar selain membutuhkan kapal kombatan, TNI AL juga membutuhkan kapal patroli. Sebab, kata dia, kapal patroli diperlukan untuk kerja sama membantu Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Melengkapi kapal patroli untuk bantu Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti)," katanya.

    Ade menuturkan TNI AL juga membutuhkan pesawat udara. Hal ini, kata dia, untuk memperkuat Korps Marinir AL. "Itu prioritas juga semua," ucapnya.

    Ade berharap capaian pada 2024 dalam Kekuatan Pokok Minimum dapat terwujud. Dia mengatakan  telah memberikan laporan kepada Kementerian Pertahanan terkait hal tersebut. "Harus terwujudlah, 151 kapal, kemudian 66 pesawat terbang, dan 330 kendaraan tempur Marinir," tuturnya.

    Simak: Tiba di Indonesia, Ini Kehebatan Kapal Selam Nagapasa 403 TNI AL

    Menurut Ade, kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) AL memang telah ditargetkan dalam Kekuatan Pokok Minimum.  Saat ini, kata dia, Kekuatan Pokok Minimum telah sampai pada tahap kedua. "Kita baru jalan tiga tahun, tahap kedua sekarang tinggal dua tahun," ujarnya.

    Sebelumnya, saat  memimpin upacara Peringatan HUT Ke-72 Korps Marinir, di Bhumi Marinir Cilandak pada Rabu, 15 November 2017, Ade mengatakan  akan melanjutkan pengadaan alutsista pendukung kekuatan tempur Korps Marinir. Pengadaan tersebut salah satunya dimaksudkan untuk mengganti alutsista yang telah tua.

    "Marinir akan melanjutkan pengadaan 27 unit Tank Amfibi, 22 Unit Ranpur Angkut Personel serta beberapa unit Ranratfib, Rantis, dan Ranratfib angkut artileri sekaligus menghapus sejumlah alutsista berusia tua," ucap Ade dalam amanatnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.