Kasus E-KTP, KPK Periksa Aburizal Bakrie untuk Tersangka Setnov

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Anggota Dewan Kehormatan Partai Golkar M.S. Hidayat, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam acara topping off pembangunan Gedung Panca Bakti di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, 12 November 2017. TEMPO/Putri.

    (dari kiri) Anggota Dewan Kehormatan Partai Golkar M.S. Hidayat, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam acara topping off pembangunan Gedung Panca Bakti di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, 12 November 2017. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie dan keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan keduanya diperiksa untuk tersangka Setya dalam korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

    "Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap Aburizal Bakrie dan Irvanto Hendra sebagai saksi untuk penyidikan dengan tersangka SN," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

    Baca juga: Jaksa KPK Buka Rekaman Sugiharto-Johannes Marliem di Sidang E-KTP

    Aburizal pun memenuhi panggilan KPK. Ia tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.55 dan langsung menuju ke dalam tanpa menjelaskan maksud kedatangannya. Ia hanya menanggapi ihwal proses hukum Setya.

    Nama keponakan Setya, yang juga bekas Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi, juga disebut menerima aliran duit proyek e-KTP. Bekas Bos PT Gunung Agung, Made Oka Masagung, mengungkapkan hal tersebut saat bersaksi untuk terdakwa korupsi e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

    Oka mengaku uang tersebut berasal dari Direktur PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. "Iya, (duit) dari Anang di Singapura masuk, lalu ditarik, diserahkan ke Muda Ikhsan, diserahkan kepada Irvanto," ujarnya saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 13 November 2017.

    Baca juga: Setya Novanto Akan Masuk DPO oleh KPK, Pengacara: Silakan Saja

    PT Murakabi Sejahtera merupakan salah satu peserta tender proyek e-KTP. Keikutsertaan Murakabi dalam tender proyek e-KTP pada 2011 diduga sebagai kongkalikong dan bagian rekayasa tender, yang telah diatur bakal memenangi konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.