Selasa, 17 September 2019

Setya Novanto Hilang, Fahri Hamzah: Dia Tetap Jabat Ketua DPR

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. TEMPO/DWI FEBRINA FAJRIN

    Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. TEMPO/DWI FEBRINA FAJRIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah angkat bicara mengenai Ketua DPR Setya Novanto yang mendadak hilang dan kini sedang dicari oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia mengatakan bahwa Setya tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai pimpinan DPR.

    "Perlu ditegaskan di sini bahwa status tersangka dan penahanan tidak memiliki konsekuensi hukum apapun terhadap status dan jabatan seorang pimpinan DPR RI," kata dia dalam keterangannya pada Kamis, 16 November 2017.

    Baca: Istana Wapres Minta Setya Novanto Kooperatif Hadapi Proses Hukum

    Menurut Fahri, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) hanya mengatur jika seorang pimpinan DPR RI berstatus sebagai terdakwa sebagaimana ketentuan dalam Pasal 86 Ayat (5). Dalam pasal itu disebutkan jika pimpinan DPR bisa diberhentikan sementara dari jabatannya apabila dinyatakan sebagai terdakwa karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih.

    Setya Novanto tak berada di rumahnya saat penyidik KPK mendatangi kediamannya untuk membawa tersangka kasus korupsi e-KTP itu ke gedung KPK. Penyidik telah membawa surat perintah penangkapan dan penggeledahan atas Setya. Hingga saat ini, keberadaan Setya tak diketahui, termasuk oleh keluarga dan koleganya.

    Baca: Sebelum Raib, Setya Novanto Ajukan Gugatan Praperadilan

    Terkait kabar bahwa KPK telah mengeluarkan surat penahanan terhadap Ketua DPR itu, Fahri mengatakan pihaknya belum melihatnya. "Maka pimpinan DPR tetap akan mengacu pada hak-hak konstitusional pimpinan dan anggota DPR RI sesuai ketentuan yang diatur di dalam perundang-undangan yang berlaku," kata dia.

    Fahri pun mengatakan status Setya Novanto ini tidak berpengaruh pada kinerja DPR. Menurut dia, DPR tetap bisa bertugas dengan kepemimpinan kolektif kolegial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.