Survei LSI: Korupsi dan Kolusi Masih Dianggap Wajar dan Normal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi korupsi

    Ilustrasi korupsi

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa masih cukup banyak masyarakat yang menilai korupsi sebagai sesuatu yang wajar serta kolusi normal dan perlu dilakukan. Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi menyebut hal ini memprihatinkan.

    "Pandangan masyarakat tentang praktik korupsi cukup memprihatinkan. Sebanyak 30,4 persen responden berpendapat pemberian uang atau hadiah untuk memperlancar urusan ketika berhubungan dengan instansi pemerintah (gratifikasi) merupakan hal wajar," kata Dodi, sapaan Kuskridho, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu, 15 November 2017.

    Baca juga: Survei: Tak Ada Hubungan Tingkat Kesalehan dan Perilaku Korupsi

    Dodi menyampaikan, angka yang hampir sama juga ditemukan dalam sikap pemakluman masyarakat terhadap tindakan korupsi. Sebanyak 35,2 persen responden LSI menyatakan maklum terhadap tindakan kolusi.

    "Meskipun tidak mayoritas, 3 dari 10 orang warga Indonesia beranggapan bahwa gratifikasi dan kolusi merupakan praktik lumrah yang dapat diterima," ujar Dodi.

    Dodi menuturkan survei tersebut menemukan hubungan positif dan signifikan antara perilaku dan sikap masyarakat terhadap korupsi. Semakin masyarakat bersikap memaklumi praktik korupsi, kata Dodi, perilakunya juga semakin korup.

    Survei ini dilakukan terhadap 1.540 orang di 34 provinsi pada September 2017. Metode yang digunakan adalah multi-stage random sampling dengan margin of error lebih-kurang 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.