Survei Median: Cina Dianggap Ancaman Terbesar Indonesia

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera Cina. REUTERS/Jason Lee

    Ilustrasi bendera Cina. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Media Survei Nasional (Median) menyebutkan Cina sebagai negara yang memberi ancaman terbesar bagi Indonesia. Direktur Riset Median Sudarto mengatakan masyarakat Indonesia punya persepsi negatif terhadap Cina.

    "Kami tak menyangka masyarakat Indonesia punya tone negatif terhadap Cina," ujar Sudarto di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 15 November 2017.

    Sudarto mengatakan Median tak menyangka persepsi negatif publik terhadap Cina lebih tinggi ketimbang Amerika Serikat dan Malaysia. Menurut dia, publik menilai ancaman tersebut karena Cina menguasai ekonomi Indonesia. "Persepsi masyarakat, ini ancaman, jadi kaitannya pada ekonomi," katanya.

    Baca juga: Mengapa Dahlan Lebih Suka Cina ketimbang Amerika?

    Dalam hasil survei, sebanyak 31,2 persen publik menilai Cina telah menguasai ekonomi Indonesia. Selain itu, sebanyak 23,7 persen publik mengatakan produk Cina terlalu dominan di Indonesia.

    Di sisi lain, menurut Sudarto, Amerika menjadi urutan kedua dalam persepsi publik terhadap ancaman bagi Indonesia karena Amerika adalah negara adidaya. Selain itu, kata dia, Amerika adalah negara yang suka mencampuri urusan negara lain. "Juga karena Amerika persenjataannya lebih lengkap," ucapnya.

    Sudarto mengatakan Malaysia juga menjadi negara urutan ketiga yang memberi ancaman dari persepsi publik. Dia menilai hal ini akibat Malaysia telah banyak mengklaim sesuatu milik Indonesia. "Itu kemudian membekas dalam benak publik sehingga Malaysia masuk tiga besar negara yang menjadi ancaman," tuturnya.

    Baca juga: Kurang Informasi Jadi Kendala Kerja Sama RI-Cina  

    Dalam survei Median itu pula disebutkan 22,7 persen masyarakat Indonesia menganggap Cina  negara yang memberi ancaman terbesar bagi Indonesia. Negara kedua dan ketiga yang menjadi ancaman bagi Indonesia menurut publik adalah Amerika Serikat dan Malaysia, masing-masing 14,1 persen dan 7,8 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.