KPK Akan Layangkan Panggilan Kedua untuk Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto tiba untuk memimpin Rapat Pengurus Pleno DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 11 Oktober 2017. Rapat ini beragendakan persiapan ulang tahun, rakernas, dan rekrutmen caleg Golkar. ANTARA

    Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto tiba untuk memimpin Rapat Pengurus Pleno DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 11 Oktober 2017. Rapat ini beragendakan persiapan ulang tahun, rakernas, dan rekrutmen caleg Golkar. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan pimpinan KPK akan melakukan evaluasi bersama penyidik untuk membahas soal Setya Novanto yang kembali mangkir.

    Hari ini, 15 November 2017, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Setya sebagai tersangka kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Tetapi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu tidak hadir dan memilih menghadiri menghadiri sidang paripurna DPR.

    Baca: Setya Novanto Mangkir, Alasannya Tunggu Keputusan MK

    "Kami evaluasi dulu dengan pimpinan yang lain dan juga penyidik, pasti nanti penyidik memberikan masukan kepada kami apa langkah yang harus diambil," kata Agus saat ditemui di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 15 November 2017.

    Agus menuturkan KPK akan melakukan panggilan ulang terhadap Setya Novanto. "Ya mungkin secepatnya bisa kita lakukan," ujarnya. Menurut dia, kehadiran Ketua Umum Partai Golkar itu akan mempercepat proses pengusutan kasus korupsi e-KTP.

    Setya Novanto tak memenuhi panggilan penyidik KPK dengan alasan pihaknya masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi terkait uji materi Undang-Undang tentang KPK yang diajukannya. Setya mengajukan uji materi Pasal 46 ayat (1) dan (2) Undang-Undang KPK tentang Mekanisme
    Pemeriksaan Tersangka.

    Baca: Fahri Hamzah Mendadak Jadi Juru Bicara Setya Novanto

    Setya mengatakan ia tidak bisa memastikan apakah akan memenuhi panggilan berikutnya. "Kita lihat saja. Kan saya sudah kirim surat juga ke KPK karena sedang mengajukan gugatan ke MK," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 15 November 2017.

    Sebelumnya, Novanto juga mangkir saat akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo dalam kasus korupsi serupa pada Senin, 13 November 2017. Setya Novanto beralasan pemanggilan KPK harus melalui izin presiden.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.