Jumat, 14 Desember 2018

JK Minta Setya Novanto Tidak Mengada-ada Hindari Pemeriksaan KPK

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas di Jalan Diponegoro, Selasa, 23 Mei 2017. Dalam kesematan ini, JK menjawab sejumlah pertanyaan seperti isu keretakan hubungan dengam Presiden Jokowi dan berita-berita hoax. Tempo/ Amirullah Suhada

    Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas di Jalan Diponegoro, Selasa, 23 Mei 2017. Dalam kesematan ini, JK menjawab sejumlah pertanyaan seperti isu keretakan hubungan dengam Presiden Jokowi dan berita-berita hoax. Tempo/ Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Serpong - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Setya Novanto mau menaati proses hukum yang sedang berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kalla meminta Ketua Umum Golkar itu tidak mengada-ada menghindari pemeriksaan penyidik dalam perkara korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

    "Semua kita ini harus taat hukumlah. Jangan mengada-ada saja," katanya di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu, 15 November 2017.

    Baca: Diperiksa KPK Hari Ini, Setya Novanto Tak Akan Hadir

    Seperti diketahui, KPK kembali memanggil Setya hari ini. Pemanggilan tersebut untuk memeriksa Setya dengan status sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

    Namun kuasa hukum Setya, Fredrich Yunadi, menyatakan kliennya tidak akan memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut. Dia beralasan pemeriksaan Ketua DPR itu harus dilakukan dengan izin tertulis dari Presiden Joko Widodo.

    Simak: Setya Novanto Mangkir Dipanggil KPK, Jokowi: Baca Undang-Undang

    Setya Novanto juga mangkir dari pemeriksaan pada panggilan Senin lalu. Alih-alih datang ke KPK, Setya melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....