Pengacara Setya Novanto Meragukan Isi Rekaman Johannes Marliem

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, melaporkan komisioner KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang ke Bareskrim Polri karena menerbitkan sprindik baru untuk kliennya. Jakarta, 10 November 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Setya Novanto menanggapi rekaman percakapan mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dengan Direktur Biomorf Johannes Marliem yang dibuka di persidangan kasus e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus kemarin.

Dalam rekaman percakapan itu terungkap adanya duit proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang diperuntukkan Ketua DPR Setya Novanto. Kuasa hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi mengatakan apa yang dungkap soal duit Rp 60 miliar untuk kliennya harus disertai bukti.

“Sekarang gini saja, rekaman itu ngambil dimana. Bukti rekaman itu apa ada bukti acara permintaan itu ada,” ucap Fredrich saat dihubungi Tempo, Selasa, 14 November 2017.

Baca juga: Percakapan Marliem dan Anang, Ada Pembagian untuk Setya Novanto

Fredrich mengatakan dalam putusan Mahkamah Konstitusi rekaman visual maupun audio harus didukung dengan adanya surat perintah kerja dan berita acara dari pengadilan. “Tanpa didukung dengan itu adalah tidak sah,” ucapnya.

Dalam sidang Sugiharto menjelaskan, saat itu, Marliem hanya bisa menyediakan Rp 60 miliar. Dalam rekaman pembicaraan, Sugiharto menawarkan agar Marliem melakukan perhitungan dengan Direktur PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo.

Sugiharto menambahkan, saat itu, ada perhitungan yang belum mencapai titik temu antara Anang, Andi, dan Johannes. "Ada hitungan di lapangan yang sampai saat ini belum dihitung. Kami melakukan perhitungannya," ujarnya.

Adapun Anang Sugiana Sudihardjo mengakui adanya duit yang dijanjikan Johannes sebesar Rp 100 miliar. Dalihnya sebagai dana tak terduga proyek e-KTP. "Saya bilang itu uang yang dijanjikan Johannes Marliem untuk dana tak terduga di proyek e-KTP," ucapnya.

Baca juga: Ada Kode SN di Rekaman Percakapan Anang Sugiana-Johannes Marliem

Jaksa KPK, Abdul Basir, pun mencecar Sugiharto soal alasan adanya jatah duit kepada Setya Novanto dari proyek e-KTP. Ia mengaku tak tahu-menahu tentang adanya penjatahan untuk Setya. "Saya tidak tahu," katanya. Sugiharto mengaku besaran duit untuk Setya telah diatur Johannes.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

13 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

46 hari lalu

Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

Berikut beberapa kasus besar yang pernah berhasil dibongkar karena bantuan justice collaborator.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

46 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

29 Juni 2022

KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

Gamawan Fauzi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.


KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

27 Juni 2022

KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan uang itu bisa kembali ke Indonesia karena bantuan pemerintah Amerika Serikat dalam kasus korupsi e-KTP.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.