Rabu, 23 Mei 2018

Muntahan Paus di Bengkulu Diduga Terkait Paus Terdampar di Aceh

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat 10 ekor paus Sperma yang terdampar di pantai Ujong Kareng, Aceh, 13 November 2017. AFP Photo

    Warga melihat 10 ekor paus Sperma yang terdampar di pantai Ujong Kareng, Aceh, 13 November 2017. AFP Photo

    TEMPO.CO, Bengkulu - Dosen Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu Zamdial mengatakan muntahan paus atau ambergis yang ditemukan nelayan Bengkulu di sekitar Pulau Enggano diperkirakan terkait dengan paus-paus yang terdampar di kawasan pantai Ujong Kareung, Aceh Besar.

    “Tidak menutup kemungkinan saat melintas perairan Bengkulu, paus-paus tersebut mengeluarkan ambergis dan ini bisa saja memperkuat indikasi jika benda yang ditemukan nelayan Bengkulu ambergis paus sperma,” kata Zamdial saat dihubungi, Selasa 14 November 2017.

    Baca juga: Nelayan Bengkulu Jual Muntahan Paus Rp 22 Juta per Kg

    Pada 2 November lalu, nelayan Bengkulu, Sukadi, menemukan benda terapung di tengah Samudera Hindia yang diduga muntahan paus. Muntahan tersebut diduga bernilai tinggi. Sebelas hari kemudian, atau Senin lalu, 10 paus ditemukan terdampar di Pantai Ujong Kareng, Gampong Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Paus yang ditemukan merupakan jenis sperma.

    Zamdial mengatakan paus merupakan mamalia laut yang hidupnya tidak menetap. Samudera Hindia merupakan jalur lintasan Paus.

    Namun, kata Zamdial, keterkaitan antara ambergis di Pulau Enggano dan terdamparnya ikan paus di Aceh Besar masih dugaan. Dugaan itu muncul lantaran jarak waktu ikan-ikan tersebut terdampar dan waktu ditemukannya ambergis oleh nelayan Bengkulu tidak berjauhan.

    Lulusan pasca sarjana IPB ini mengatakan, pada saat dikeluarkan ambergis paus berwarna hitam dan mengeluarkan aroma yang tidak enak alias busuk selayaknya kotoran dari pencernaan.

    “Namun setelah melewati proses dalam jangka waktu tertentu, warnanya akan berubah menjadi cokelat kemudian putih kekuningan dan aromanya berubah menjadi aroma musk,” katanya soal muntahan paus.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.