Sempat Mangkir Sakit, KPK Akan Panggil Lagi Istri Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Setya Novanto, Deisti Astriani (kiri), seusai menghadiri persemayaman jenazah anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Azhar Romli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 15 September 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Istri Setya Novanto, Deisti Astriani (kiri), seusai menghadiri persemayaman jenazah anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Azhar Romli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 15 September 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengatakan pihaknya bakal memanggil kembali istri Setya Novanto, Deisti Astiani Tagor, pada Senin, 20 November 2017. Febri mengatakan pemanggilan ini setelah Deisti tak memenuhi panggilan penyidik pada Jumat, 10 November 2017.

    "Penyidik akan melakukan pemanggilan kembali untuk diperiksa pada Senin depan. Kami ingatkan agar yang bersangkutan mematuhi aturan hukum dan hadir memenuhi panggilan penyidik," kata Febri melalui pesan tertulis pada Selasa, 14 November 2017.

    Baca: Peran Istri dan Anak Setya Novantp di Kasus E-KTP

    Deisti dipanggil pada agenda pemeriksaan Jumat, 10 November 2017 namun Deisti tidak datang dan mengirimkan surat pemberitahuan tidak hadir karena sakit. "Dilampirkan juga Surat Keterangan Sakit dari Aditya Medical Centre yang berisikan yang bersangkutan perlu istirahat karena sakit selama 1 minggu," ujarnya.

    Surat tersebut ditandatangani oleh dokter pemeriksa bernama Okky Khadarusman. Febri menjelaskan pemanggilan terhadap Deisti berkaitan dengan kapasitasnya sebagai Komisaris PT. Mondialindo Graha Perdana. "Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitas sebagai mantan Komisaris PT. Mondialindo Graha Perdana," kata Febri.

    Baca: 6 Fakta Persidangan Keterlibatan Setya Novanto di Kasus E-KTP

    Keterlibatan keluarga Setya Novanto dalam proyek e-KTP mengemuka dalam persidangan. Dalam persidangan pada 3 November, misalnya, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto membenarkan ia pernah menjadi komisaris PT Mondialindo Graha Perdana, perusahaan yang memiliki saham mayoritas di PT Murakabi Sejahtera, salah satu perusahaan pemenang tender proyek e-KTP.

    PT Murakabi sendiri dipimpin keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. Di perusahaan tersebut, Irvan menjabat direktur operasional. Saham perseroan ini juga pernah dimiliki Vidi Gunawan, adik Andi Narogong. Jaksa penuntut umum KPK menyebut istri dan anak Setya memiliki saham di PT Mondialindo pada 2008-2011. Istri Setya, Deisti Astriani Tagor, memiliki 50 persen saham, sementara anaknya, Reza Herwindo, 30 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.