KJRI Ingin Salma Jadi Inspirasi Anak Warga Negara Ganda Lainnya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Striker Tim Nasional Indonesia, Ezra Walian (ketiga kiri) menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pengambilan sumpah menjadi WNI di Kantor Wilayah Kemenkumham, Cawang, Jakarta, 18 Mei 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Striker Tim Nasional Indonesia, Ezra Walian (ketiga kiri) menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pengambilan sumpah menjadi WNI di Kantor Wilayah Kemenkumham, Cawang, Jakarta, 18 Mei 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsul Jenderal RI Jeddah Hery Saripudin berharap keputusan Salma bin Ali Salem Mansoor menjadi contoh dan inspirasi bagi anak berkewarganegaraan ganda lainnya, khususnya yang berada di wilayah akreditasi KJRI Jeddah. Salma adalah anak berkewarganegaraan ganda pertama yang aktif menentukan pilihannya dan dikukuhkan menjadi warga negara Indonesia (WNI) pada saat usianya genap 18 tahu.

    Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Saudi Arabia mencatat bahwa per 5 November 2017 di wilayag kerjanya terdapat 1267 anak berkewarganegaraan ganda terbatas di Arab Saudi bagian barat. “40 anak berkewarganegaraan ganda yang telah memasuki usia memilih salah satu kewarganegaraan sesuai Pasal 6 UU 12 Tahun 2017.” Hery menyampaikannya melalui rilis yang diterima Tempo, Senin, 13 November 2017  

    Baca: Salma, Anak Berkewarganegaraan Ganda ...

    Selain berkewarganegaraan Indonesia, anak-anak itu juga berkewarganegaraan 23 negara asal ayah-ayah mereka. Di antaranya Arab Saudi, India, Pakistan, Tunisia, Turki, Australia, Portugal dan Swiss.

    Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum(AHU) mencatat Salma merupakan anak berkewarganegaraan ganda pertama yang menyampaikan pernyataan memilih kewarganegaraan Indonesia. Menurut Hery, sebagai anak berkewarganegaraan ganda Indonesia dan Yaman, Salma aktif memenuhi perintah Undang-Undang untuk memilih salah satu kewarganegaraan dan menentukan Indonesia sebagai pilihannya.

    Baca juga: Penyesalan Para WNI Mantan Pengikut ISIS

    Memilih menjadi WNI disampaikan Salma saat usianya genap 18 tahun. “Kami terharu dan bangga atas kesadaran dan inisiatif Salma.”

    Peraturan Pemerintah tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan, dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia menyatakan bahwa anak yang tidak menentukan pilihannya setelah berakhirnya masa tiga tahun sejak berusia 18 tahun, terancam kehilangan status WNI-nya dan menjadi warga negara asing. Tim Pelayanan dan Perlindungan KJRI Jeddah memantau dan melakukan diseminasi penyebarluasan informasi kewajiban memilih bagi anak berkewarganegaraan ganda.


  • WNI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.