Pembakar Polres Dharmasraya Diduga Anak Perwira Polisi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Wakili Indonesia di KTT D-8

    Wakapolri Wakili Indonesia di KTT D-8

    TEMPO.CO , Padang - Kepala Polres Dharmasraya Ajun Komisaris Besar Rudy Yulianto mengatakan salah satu pelaku pembakaran Markas Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, diduga anak salah satu anggota Polres Bungo, Jambi. Dua pelaku pembakaran diduga berasal dari Jambi.

    "Kami sudah mengirim tim ke Jambi. Tim dari Jambi juga sudah datang ke sini," ujarnya ketika dihubungi, Senin, 13 November 2017.

    Baca juga: Polisi Dalami Hubungan Pembakar Polres Dharmasraya dengan Teroris

    Kedua pelaku diduga berinisial EFA, 24 tahun, asal Muaro Bungo, Jambi, dan ES, 25 tahun, asal Merangin, Jambi. Salah satu pelaku diduga anak salah satu anggota Polres Bungo, Jambi.

    Namun Rudy belum bisa memastikan kaitan salah seorang pelaku dengan anggota kepolisian. Ia mengaku masih mendalaminya. "Kami masih mendalami dengan tim gabungan yang sedang menyelidiki," ucapnya.

    Rudi mengatakan tim dari Laboratorium Forensik Medan dan Inavis masih melakukan penyelidikan. Begitu juga dengan tim dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri yang sedang mendalami keterlibatan pelaku.

    Sebelumnya, beredar kabar bahwa salah satu orang tua pelaku merupakan anggota Polres Bungo. Informasi tersebut berdasarkan identitas dan ciri-ciri salah satu pelaku, yakni berambut panjang.

    "Informasinya begitu. Masih kita cek lagi kebenarannya," tutur Kapolda Sumatera Barat Irjen Fakhrizal kepada Tempo, Senin.

    Adapun Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Safruddin menyebutkan salah satu pelaku pembakaran Polres Dharmasraya merupakan anak seorang perwira Polri. "Iya, betul," katanya di Jakarta, Senin.

    ANDRI EL FARUQI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?