200 Kg Muntahan Ikan Paus Ditemukan Nelayan Bengkulu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa waktu tidur seekor paus hanya sekitar 7 persen dari usia hidupnya, atau hanya sekitar 6 hingga 24 menit. boredpanda.com

    Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa waktu tidur seekor paus hanya sekitar 7 persen dari usia hidupnya, atau hanya sekitar 6 hingga 24 menit. boredpanda.com

    TEMPO.CO, Bengkulu - Nelayan asal Desa Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menemukan 200 kilogram benda yang diduga muntahan ikan Paus (ambergris) pada 2 November 2017.

    Sukadi mengaku secara tidak sengaja melihat benda berwarna putih tersebut mengapung di atas laut saat melaut di sekitar Pulau Enggano. "Awalnya saya pikir itu limbah, tapi saat dipegang saya merasakan ini tidak seperti limbah, makanya kemudian saya simpan," kata Sukadi saat dihubungi, Senin, 13 November 2017.

    Sukadi mengatakan benda-benda itu memiliki tekstur lembut, ringan, dan jika dipegang terasa menyerupai lilin. Jika dipanaskan akan meleleh dan dapat digunakan untuk menghidupkan api.

    "Kemudian saya mencari tahu di YouTube, dari situ baru saya ketahui kalau ini adalah muntahan paus," katanya menjelaskan.

    Mengetahui jika benda-benda yang ditemukannya berharga, Sukadi menyimpan muntahan tersebut dan berencana menjualnya kepada pembeli yang memberikan harga sesuai.

    Sukadi mengungkapkan dari informasi yang didapatkannya muntahan paus ini memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat digunakan menjadi bahan pembuat parfum. "Dia dapat meningkatkan aroma parfum dan membuat aroma parfum bertahan lama," kata Sukadi.

    Hingga saat ini benda-benda yang diduga muntahan ikan paus tersebut masih disimpan Sukadi. Dia berencana menjualnya.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.