KPK Bakal Panggil Paksa Setya Novanto bila Tetap Mangkir

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (Kanan), dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif  melakukan jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, 1 Januari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua KPK Agus Rahardjo (Kanan), dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif melakukan jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, 1 Januari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengatakan KPK bakal memanggil paksa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, bila pada pemanggilan ketiga, Setya kembali mangkir. Menurut Laode, upaya pemanggilan paksa sudah sesuai dengan perundang-undangan.  

    "Kalau seandainya yang ketiga kali mangkir terpaksa akan dipakai (pemanggilan paksa),” kata Laode kepada Tempo di gedung KPK, Jakarta, Senin, 13 November 2017.   

    Baca juga: Setya Novanto Akan Minta Perlindungan Jokowi jika Dipanggil KPK

    Namun, Laode berharap Setya bisa kooperatif dengan memenuhi panggilan KPK. "Tapi ya mudah-mudahan beliau kooperatif," ujar Laode.

    Seharusnya hari ini, 13 November 2017, Setya Novanto diperiksa sebagai saksi dalam perkara korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Setya rencananya dipanggil sebagai saksi untuk Direktur Utama PT Quadras Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

    Baca juga: Saut Situmorang: Periksa Setya Novanto Tak Perlu Izin Presiden

    KPK telah menerima surat ketidakhadiran Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan, surat tersebut dikirimkan dengan kop DPR RI dan ditandatangani oleh Ketua DPR Setya Novanto. Setya beralasan pemanggilannya haruslah atas seizin presiden.

    Setya Novanto diketahui melakukan kunjungan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kepada wartawan, Ketua DPR itu mengatakan ia akan tetap berfokus menjalankan tugas kenegaraan dan tugas sebagai Ketua Partai Golkar.

    MOH KHORY ALFARIZI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.