Miryam S. Haryani Mengaku Kondisinya Bugar Menjelang Vonis

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Hanura Miryam S. Haryani sebelum sidang putusan dalam perkara pemberian keterangan tidak benar dalam perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 November 2017. Tempo / Arkhelaus

    Politikus Partai Hanura Miryam S. Haryani sebelum sidang putusan dalam perkara pemberian keterangan tidak benar dalam perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 November 2017. Tempo / Arkhelaus

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Hanura Miryam S. Haryani mengatakan dirinya dalam kondisi bugar menjelang sidang vonis kasus pemberian keterangan palsu dalam perkara korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP, Senin, 13 November 2017. Miryam hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pukul 10.21.

    Mengenakan dress hitam selutut, Miryam mengaku kondisinya prima. "Kamu enggak lihat saya segar kayak gini. Saya sehari olahraga dua kali, yoga pagi sama sore," ujarnya kepada wartawan.

    Baca: Menjelang Vonis, Miryam S. Haryani: Saya Berharap Bebas

    Saat ditanya tentang persiapannya menghadapi sidang vonis, mantan anggota Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat itu mengaku tak ada persiapan khusus. "Biasa saja," ucapnya. "Saya berharap bebas."

    Sebelumnya, jaksa penuntut umum KPK menuntut Miryam dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan. Miryam dijerat dengan Pasal 22 juncto Pasal 35 ayat 1 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Miryam merupakan mantan anggota Komisi Pemerintahan DPR periode 2009-2014. Sebelumnya, jaksa penuntut umum KPK mendakwa Miryam memberikan keterangan palsu saat hadir menjadi saksi dalam sidang untuk dua terdakwa kasus korupsi e-KTP, yaitu Irman dan Sugiharto.

    Baca: Alasan Miryam Haryani Kesal dengan Novel Baswedan

    Saat menjadi saksi, Miryam S. Haryani mencabut semua keterangan yang pernah diberikan dalam berita acara pemeriksaan penyidikan (BAP). Ia mengakui telah mengarang cerita saat diperiksa tiga penyidik KPK, yaitu Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan M.I. Susanto. Alasannya, kata Miryam, ia merasa stres dan tertekan kala diperiksa penyidik sehingga akhirnya mengarang cerita dalam BAP 1 dan 2.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.