Minggu, 18 Februari 2018

Di Depan Mahasiswa, Pimpinan KPK: Titip Absen Perilaku Koruptif

Reporter:

Irsyan Hasyim (Kontributor)

Editor:

Rina Widiastuti

Senin, 13 November 2017 10:29 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di Depan Mahasiswa, Pimpinan KPK: Titip Absen Perilaku Koruptif

    Wakil ketua KPK Saut Situmorang, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung KPK, Jakarta, 3 Oktober 2017. KPK menetapkan mantan Bupati Kabupaten Konawe Utara Aswad Sulaiman sebagai tersangka yang diduga menerima uang sebesar Rp 13 miliar terkait kasus dugaan korupsi dalam penerbitan ijin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi serta IUP operasi produksi dari Pemkab Konawe Utara 2007-2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Depok - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang menyampaikan kepada mahasiswa dan pelajar untuk menghindari perilaku koruptif. Hal paling sederhana untuk menghindari korupsi adalah berhenti untuk korupsi. “Untuk mahasiswa yakni dengan berhenti menitip absen,” kata Saut saat menyampaikan sambutan pada Festival Konstintusi dan Anti Korupsi di Universitas Indonesia, Depok, Senin, 13 November 2017.

    Menurut Saut, perilaku lain di tingkat mahasiswa yakni saat melakukan kerja kelompok. Ada yang sudah berdiskusi untuk menyelesaikan, tapi ada juga yang cuma nitip nama. “Lima orang yang berdiskusi dan satu orang hanya membawa gorengan, yang lain pun makan gorengan dan memasukan namanya,” katanya.

    Baca juga: Pimpinan KPK Diperkarakan Setya Novanto, Bibit Samad: Lawan Terus

    Dalam kesempatan itu, Saut juga menyampaikan bahwa tugas KPK bukan hanya menangkap para koruptor. Tugas lain KPK, kata dia, di antaranya adalah koordinasi, supervisi, mentoring. "Jadi, kalau mahasiswa yang titip absen akan dimonitoring oleh Saut Situmorang sebagai pimpinan KPK," ujarnya.

    Ia pun menegaskan bahwa perilaku antikorupsi harus sudah dilakukan dari sejak dini. Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Topo Santoso sebentar lagi akan pensiun. "Masa depan antikorupsi ada di tangan mahasiswa yang ke depannya ada jadi Ketua KPK dan Ketua MK," katanya.

    Menurut Saut Situmorang, korupsi tidak pernah habis walaupun sudah banyak koruptor yang ditangkap. Sebab, korupsi itu kejahatan luar biasa tapi penangananya masih pidana biasa. "Jadi, untuk menyelesaikan korupsi harus dengan langkah hukum luar biasa. Untuk menghentikan korupsi tidak ada cara lain selain tidak korupsi dari hal paling kecil," ucapnya.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.