Polres Dharmasraya Dibakar, Polisi Temukan Barang Bukti ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang personil kepolisian Kota Palu, memperlihatkan busur panah yang digunakan warga Tatanga dan Tavanjuka dalam bentrok  di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/10). ANTARA/Zainuddin MN

    Seorang personil kepolisian Kota Palu, memperlihatkan busur panah yang digunakan warga Tatanga dan Tavanjuka dalam bentrok di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/10). ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Kepolisian Resor Dharmasraya dibakar oleh dua orang tak dikenal yang bersenjata panah pada dini hari tadi. Keduanya pun tewas ditembak oleh petugas karena sempat berupaya melawan petugas.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan dua pelaku melakukan perlawanan dengan melepaskan panah ke arah petugas. "Keduanya melakukan perlawanan sehingga dilakukan penembakan ke arah kedua pelaku tersebut," kata dia pada Ahad, 12 November 2017.

    Baca: Dua Terduga Pembakar Polres Dharmasraya Tewas Ditembak

    Penembakan tersebut pun mengakibatkan keduanya meninggal dunia. Polisi pun masih menyelidiki mengenai identitas pelaku.

    Namun, kata Rikwanto, pihaknya telah mengantongi sejumlah barang bukti yang dibawa dua pelaku itu. Barang bukti tersebut adalah satu busur panah, 8 buah anak panah, dua buah sangkur, satu bilah pisau kecil, satu buah sarung tangan berwarna hitam, dan satu lembar kertas bertuliskan pesan jihad “Saudara Kalian Abu ‘Azzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah”

    Baca: Kantor Polres Dharmasraya Dibakar 2 Orang Bersenjata Panah

    Sejauh ini, polisi juga belum mengetahui motif kedua pelaku melakukan pembakaran dan penyerangan di Polres Dharmasraya. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Inspektur Jenderal Fakhrizal mengatakan pihaknya masih mendalami motif pelaku.

    Kebakaran di Polres Dharmasraya terjadi sekitar pukul 02.45 WIB dini hari. Api melalap habis gedung utama Polres. Saat upaya pemadaman, polisi melihat dua orang mencurigakan sehingga melakukan pengepungan. Namun dua terduga pelaku tersebut melawan sehingga harus dilumpuhkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?