Demi Bebaskan Sandera di Papua, Ini Langkah yang Dilakukan TNI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono memberikan penghargaan dan hadiah kepada perwakilan kontingen AASM yang menjadi juara umum di  Victoria, Australia. TEMPO/Lucky

    Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono memberikan penghargaan dan hadiah kepada perwakilan kontingen AASM yang menjadi juara umum di Victoria, Australia. TEMPO/Lucky

    TEMPO.CO, Magelang - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono mengatakan pasukan TNI dan Polri akan mendekati kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang melakukan penyanderaan dengan cara persuasif.

    "Kami melakukan pendekatan dengan cara persuasif, jadi tidak menggunakan cara kekerasan," kata Mulyono usai meresmikan prasasti tulisan tangan Presiden pertama RI Soekarno di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 11 November 2017.

    Baca: Kontras Minta Pemerintah Tak Gunakan Kekerasan Tangani KKB di Papua

    Mulyono menuturkan pihaknya sudah menempatkan pasukannya di sana dan sudah terjadi negosiasi. "Mudah-mudahan tidak ada apa-apa," kata dia.

    Menurut Mulyono, ada banyak penugasan satuan yang ada di sana. Di antaranya ada organisasi kecil yang juga mempunyai kemampuan untuk pendekatan. "Untuk melakukan tugas tersebut dipilih orang-orang yang punya spesifikasi atau kemampuan soal itu," ujarnya.

    Baca: Polisi Tetapkan Status Buron terhadap Penyandera Warga Papua

    Ia mengatakan prajurit yang ditugaskan bukan untuk berperang dengan mereka, tetapi untuk menyadarkan mereka agar melepaskan para sandera. "Tujuan utama bukan perang dengan mereka, itu yang harus digarisbawahi," kata Mulyono.

    Peristiwa penyanderaan oleh kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, Papua terjadi sejak Kamis, 9 November 2017. Sebanyak 1.300 orang di Desa Kimbely dan Desa Banti dilarang keluar dari kampung tersebut oleh kelompok bersenjata itu. TNI dan Polri telah berkoordinasi untuk menangani hal tersebut dengan membentuk tim khusus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.