Jokowi Sampaikan Tiga Pesan di Forum APEC

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo Tiba di Danang, Vietnam, untuk menghadiri pertemuan APEC. AFPTV

    Presiden RI Joko Widodo Tiba di Danang, Vietnam, untuk menghadiri pertemuan APEC. AFPTV

    JAKARTA- Presiden Joko Widodo tidak berhenti pada memberikan pesan soal keuntungan dan ancaman ekonomi digital. Dalam Pertemuan Ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Vietnam, ia juga menyampaikan tiga pesan lain. Salah satunya perihal pembangunan inklusif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum.

    Presiden Joko Widodo berkata, data terbaru menunjukkan terjadinya peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di APEC. Namun, kemajuan pembangunan masih belum merata. Selain itu, proses globalisasi yang terjadi, menurutnya, juga menghasilkan ketimpangan pendapatan kronis karena proses yang tak merata.

    BACA: Pertemuan APEC, Jokowi Tekankan Pentingnya Pembangunan Inklusif

    "Apabila tidak diperbaiki maka situasi tersebut akan menyebabkan suburnya pemikiran dan gerakan proteksionisme serta anti-globalisasi yang meluas," ujar Presiden Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers Istana Kepresidenan, Sabtu, 11 November 2017.

    Hal kedua yang disampaikan Presiden Joko Widodo perihal Bogor Goals yang belum terealisasi penuh hingga sekarang. Sebagai catatan, Bogor Goals adalah sejumlah target terkait realisasi perdagangan bebas dan terbuka di Asia Pasifik yang diteken di Bogor pada tahun 1994 oleh para pemimpin ekonomi APEC.

    "Bogor Goals mencerminkan pentingnya perdagangan dan investasi bebas serta terbuka dan juga perwujudan pertumbuhan ekonomi serta kemakmuran rakyat," tutur Presiden.

    Adapun pesan terakhir kembali dalam hal penerapan teknologi. Presiden Jokowi mengajak seluruh anggota APEC untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi dalam visi pasca 2020. Sejumlah langkah antisipatif dan adaptif harus dilakukan APEC guna mengurangi jurang ketimpangan pembangunan.

    "Mendorong integrasi ekonomi regional, melanjutkan reformasi struktural, menyelesaikan hambatan regulasi, menerapkan strategi pertumbuhan yang produktif, mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, serta mengurangi kesenjangan ekonomi," ucap Presiden Jokowi mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.