Minggu, 22 September 2019

Jusuf Kalla Ingin Ada Aplikasi Masjid Mirip Go-Jek

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Bersih-bersih 1001 Masjid di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta 3 April 2017. Kegiatan ini difasilitasi Unilever dan Dewan  Masjid Indonesia. TEMPO/Amston Probel

    Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Bersih-bersih 1001 Masjid di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta 3 April 2017. Kegiatan ini difasilitasi Unilever dan Dewan Masjid Indonesia. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin pengelolaan masjid di era ekonomi digital sekarang juga berubah. Kalla berharap, pengurus masjid membuat aplikasi khusus soal masjid.

    "Kita bisa tiru Go-Jek. Kalau Go-Jek bisa menghubungkan kendaraan dengan jemaat, masa kita tidak bisa menghubungkan jemaat dengan masjid," ujar pria yang akrab disapa JK tersebut ketika berpidato di Muktamar VII Dewan Masjid Indonesia, Sabtu, 11 November 2017.

    Jusuf Kalla menjelaskan lebih lanjut, salah satu fitur aplikasi masjid bayangan dia adalah menunjukkan jemaat atau mubalig dengan lokasi-lokasi masjid yang terdekat dengan mereka. Dengan begitu, ketika waktu beribadah datang, jemaat dan mubalig juga tak bingung secara masjid.

    BACA: JK Minta Masjid Tidak Dijadikan Lokasi Kampanye dan Provokasi

    Fitur lainnya, aplikasi masjid itu juga mampu menunjukkan siapa yang khotbah di masjid tersebut dan apa materi khotbah yang akan dibawa. Hal itu untuk memudahkan jemaat mencari masjid yang pas.

    Apalagi, kata Jusuf Kalla, dia membayangkan masjid-masjid nantinya memiliki sistem pengelolaan yang sama alias terstandardisasi. Dengan begitu, masjid-masjid juga tidak salah dalam memilih khatib.

    "Ini mungkin harus bertahap, bisa makan waktu setahun. Nanti bisa juga kerja sama dengan ikatan khatib. Jangan sampai pas Ramadan masih susah cari masjid dan khatib," ujar Jusuf Kalla sambil terkekeh.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.