Tangkap Penyelundup Miras dari Singapura, Polisi Sita 7.315 Boto

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa  barang bukti kasus penyelundupan minuman keras di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/9). Polda Metro jaya bekerja sama dengan Bea dan Cukai menyita lima peti kemas minuman keras (miras) berbagai merek sebanyak 53.927 botol yang diduga dimasukkan secara ilegal ke Indonesia dengan potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp58,06 miliar. ANTARA FOTO/Reno Esnir/Spt/17.

    Petugas memeriksa barang bukti kasus penyelundupan minuman keras di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/9). Polda Metro jaya bekerja sama dengan Bea dan Cukai menyita lima peti kemas minuman keras (miras) berbagai merek sebanyak 53.927 botol yang diduga dimasukkan secara ilegal ke Indonesia dengan potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp58,06 miliar. ANTARA FOTO/Reno Esnir/Spt/17.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap Direktur PT Trimaco Sukses Mandiri terkait penyelundupan Minuman Keras (Miras)  dari Singapura ke Indonesia. Tersangka DN merupakan kaki tangan Kuwantek penyelundup minuman keras yang menjalankan usaha sejak 2006.

    "Polisi menangkap menyusul tertangkapnya Kuwantek dan dua tersangka lainnya," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Komisaris Besar Polisi Agung Setya dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu, 11 November 2017.

    Polisi menangkap tersangka DN pada 10 November 2017. Tersangka yang ditangkap beralamat di kompleks Sarana Industrial Point Blok A Nomor 7, Batam.

    Agung menjelaskan polisi menyita 7.315 botol minuman keras sebagai barang bukti. Minuman tersebut, kata dia, merupakan minuman keras golongan B dan C.

    Agung mengatakan polisi menangkap tersangka  penyelundupan minuman keras asal Malaysia dan Singapura. Dia berujar tersangka memasukkan minuman keras berbagai golongan dari Singapura ke Indonesia melalui Batam. "Diduga tersangka tidak memiliki izin edar dari BPOM dalam melakukan aktivitas perdagangan minuman keras di Indonesia," katanya.

    Agung berujar tersangka menjual serta mendistribusikan minuman keras di Indonesia tanpa memiliki izin edar dari BPOM. Menurut dia, hal itu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. "Undang-undang mewajibkan pelaku usaha memiliki izin dalam menjual dan mendistribusikan minuman beralkohol," ucapnya.

    Agung mengatakan tersangka akan dijerat dengan Pasal 142 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Selain itu, kata dia, tersangka juga dapat dijerat dengan Pasal 8 Ayat 1 Huruf a Pasal 62 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. "Saat ini tersangka penyelundup Miras telah ditahan di Rutan Bareskrim," tuturnya.

    SYAFIUL HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.