Ada Kebinekaan Pada Sosialisasi Empat Pilar MPR dan PPWI, Oesman Sapta: Saya Salut

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta di Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/11). (dok MPR)

    Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta di Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/11). (dok MPR)

    INFO MPR - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Oesman Sapta ingatkan seluruh rakyat Indonesia, agar jangan pernah melupakan jasa para pahlawan nasional yang dengan susah payah mengorbankan segalanya demi Indonesia merdeka.

    "Ini dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November. Begitu hebatnya para pahlawan kita dulu. Mereka tidak pernah mempermasalahkan perbedaan baik suku, agama, bahasa, serta warna kulit. Yang ada pada saat itu kesamaan tujuan yakni untuk kemerdekaan. Semua ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya di hadapan ratusan anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Sabtu, 11 November 2017.

    Dalam kesempatan itu, Oesman juga memberikan apresiasinya pada penyelenggaraan acara Sosialisasi Empat Pilar Kerja Sama MPR dengan PPWI, yang sarat makna persatuan dan penghormatan kepada kebinekaan bangsa.

    "Saya salut, pada sesi pembacaan ayat suci, semua perwakilan agama-agama diberikan kesempatan untuk membacakan ayat sucinya masing-masing. Inilah penghormatan kepada kebinekaan bangsa, inilah bentuk persatuan bangsa," ujarnya.

    Oesman berharap agar kegiatan yang dilakukan bisa berdampak positif baik untuk organisasi sendiri maupun untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

    Sosialisasi itu sendiri selain dihadiri Oesman, juga dihadiri Pimpinan Badan Sosialisasi MPR Zainut Tauhid Saadi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Fachrul Razi, dan Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.