Oku Selatan Banjir, Warga Bentang Bukit Barisan Diminta Waspada

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir bandang di Oku Selatan, 9 November 2017. Foto: Dok. Kapenrem 044/Gapo

    Banjir bandang di Oku Selatan, 9 November 2017. Foto: Dok. Kapenrem 044/Gapo

    TEMPO.CO, JakartaBanjir bandang menerjang Desa Cukohnou dan Desa Pulau Kemuning, Kecamatan Sungai Are, Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan, pada Kamis, 9 November 2017, sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat banjir itu satu orang meninggal, satu luka ringan, dan satu luka parah.

    Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, banjir bandang ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. “Saat ini prajurit TNI dan BPBD telah dilokasi untuk memberi bantuan dan pencarian warga,” ujar Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah, jumat 10 november 2017.

    Baca: Banjir di Kabupaten Bandung, 1.500 Rumah Terendam

    Korban yang meninggal akibat banjir bandang itu adalah Hatam, 80 tahun. Dua korban luka, yaitu Satam, perempuan berusia 65 tahun dan Kardi, pria berusia 40 tahun.

    Selain korban jiwa, banjir bandang ini juga membuat satu unit rumah rusak parah akibat tertimpah material tanah dan dua jembatan gantung ikut terhanyut.

    Iriansyah mengimbau kepada warga Bentang Bukit Barisan untuk waspada terhadap banjir bandang yang terjadi dan potensi tanah lonsor. Sebab, kata dia, daerah tersebut merupakan perbukitan dan daerah hulu sungai. Daerah di bentang bukit barisan rentan bencana banjir dan tanah longsor.

    Ia menyebutkan daerah yang berpotensi banjir, antara lain di Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sedangkan, kota dan kabupaten yang rawan longsor, yaitu Kota Pagaralam, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Oku Selatan.

    Baca: Banjir Bandang Probolinggo Tewaskan Satu Wisatawan

    “Daerah yang rawan, pokoknya harus siap-siap dievakuasi,” ujarnya. Ia juga meminta BPBD di kabupaten dan kota yang rawan selalu menyediakan sarana dan prasarana seperti tenda, alat evakuasi dan perahu karet.

    Berdasarkan informasi dari Rem 044/Gapo, prajurit TNI beserta BPBD sedang mendata warga dan melakukan proses pencarian korban banjir. “Pencarian korban masih dilakukan,” kata Kapenrem 044/Gapo Mayor Inf Aris Barunawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.