Hakim Periksa Rekan Setya Novanto di Sidang Andi Narogong

Ketum Partai Golkar Setya Novanto menyampaikan kata sambutan pada penetapan sekaligus deklarasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 9 November 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan mantan bos Gunung Agung, Made Oka Masagung, sebagai saksi dalam sidang korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (eKTP) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Sejumlah saksi kasus yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu sempat menyebut mantan pengurus Bank Artha Prima, sekarang Bank Artha Graha, tersebut rekan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto.

"Made Oka akan bersaksi setelah salat zuhur, dia sudah hadir di sini (Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta)," kata jaksa KPK, Eva Yustisiana, Jumat, 10 November 2017.

Baca: KPK Periksa Eks Bos Gunung Agung sebagai Saksi Setya Novanto

Salah satu saksi yang menyebut kedekatan Oka dengan Setya adalah tersangka korupsi e-KTP, Anang Sugiana Sudihardjo. Dalam sidang Andi pekan lalu, mantan Direktur Utama PT Quadra Solution tersebut mengaku pernah mentransfer uang US$ 2 juta kepada Oka terkait dengan proyek e-KTP.

Uang tersebut, menurut Anang, adalah keuntungan Quadra Solution yang dititipkan kepada Oka untuk membeli perusahaan Neuraltus di Delaware, San Bruno, Amerika Serikat, yang termasuk wilayah bebas pajak. Anang mengklaim mengenal Oka dari bos PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

"Kami meminta bantuan Oka mencari bank garansi untuk mengerjakan proyek KTP elektronik," ujar Anang.

Baca: Percakapan Marliem dan Anang, Ada Pembagian Untuk Setya Novanto

Dalam sidang yang sama, Setya Novanto mengakui kenal dengan Oka saat keduanya masih aktif di sayap organisasi Partai Golkar, Kosgoro. Namun Ketua Umum Partai Golkar itu mengklaim sudah puluhan tahun tak menjalani komunikasi dan bertemu dengan Oka.

"Tidak pernah (punya hubungan bisnis dengan Oka)," kata Setya.

Baca: Di Sidang eKTP, Setya: Saya Tidak Tahu dan Tak Terima Duit E-KTP

Selain menghadirkan Oka, jaksa penuntut umum KPK menghadirkan dua orang pejabat Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai saksi. Keduanya adalah mantan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP, Iman Bastari, dan auditor BPKP, Mahmud Toha Siregar. Satu saksi yang batal hadir adalah mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, karena sakit.

Baca: Terbuka Kemungkinan Hakim Panggil Setya Novanto Lagi






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

20 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

54 hari lalu

Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

Berikut beberapa kasus besar yang pernah berhasil dibongkar karena bantuan justice collaborator.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

54 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

29 Juni 2022

KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

Gamawan Fauzi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.


KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

27 Juni 2022

KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan uang itu bisa kembali ke Indonesia karena bantuan pemerintah Amerika Serikat dalam kasus korupsi e-KTP.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.