Minggu, 22 September 2019

KPK Segera Mengumumkan Tersangka Baru Korupsi E-KTP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil ketua KPK Saut Situmorang, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung KPK, Jakarta, 3 Oktober 2017. KPK menetapkan mantan Bupati Kabupaten Konawe Utara Aswad Sulaiman sebagai tersangka yang diduga menerima uang sebesar Rp 13 miliar terkait kasus dugaan korupsi dalam penerbitan ijin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi serta IUP operasi produksi dari Pemkab Konawe Utara 2007-2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil ketua KPK Saut Situmorang, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung KPK, Jakarta, 3 Oktober 2017. KPK menetapkan mantan Bupati Kabupaten Konawe Utara Aswad Sulaiman sebagai tersangka yang diduga menerima uang sebesar Rp 13 miliar terkait kasus dugaan korupsi dalam penerbitan ijin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi serta IUP operasi produksi dari Pemkab Konawe Utara 2007-2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan pihaknya akan segera memberitahukan tersangka baru kasus korupsi e-KTP dalam waktu dekat.

    "Ya nantilah kita tunggu beberapa jam ke depan atau beberapa hari," ucap Saut di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 9 November 2017.

    Menurut Saut, KPK tidak menahan atau menunda mengumumkan tersangka baru dalam korupsi e-KTP. Ia menilai, KPK harus berhati-hati dalam hal tersebut.

    Baca juga: Kasus E-KTP, Pengacara Jelaskan Jejak Setya Novanto di Murakabi

    KPK beberapa waktu lalu membenarkan adanya tersangka baru dalam kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun dari total proyek Rp 5,9 triliun.

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan dalam waktu dekat akan menyampaikan secara lebih detail siapa tersangka dan apa perannya dalam korupsi e-KTP. "Nanti detailnya akan dijelaskan di konferensi pers," ucapnya.

    Sebelumnya, dalam kasus e-KTP, KPK resmi menahan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo pada hari ini, 9 November 2017. Anang yang mengenakan kemeja batik berlapis rompi oranye keluar dari KPK pada pukul 17.03.

    Baca juga: KPK Sebut Pembocor Sprindik Setya Novanto Bukan dari Internal

    Ia diperiksa KPK selama kurang-lebih tujuh jam. Saat keluar dari gedung KPK Anang tak memberikan komentar terkait dengan penahanannya. "ASS ditahan di Guntur untuk dua puluh hari pertama," ucap Febri Diansyah, Kamis, 9 November.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe