Kasau Sebut Indoktrinasi Ideologi Radikal Picu Aksi Terorisme

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto saat menerima Tempo untuk sebuah wawancara di Mabes TNI, Cilankap, Jakarta Timur. TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto saat menerima Tempo untuk sebuah wawancara di Mabes TNI, Cilankap, Jakarta Timur. TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa aksi terorisme muncul akibat adanya doktrin ideologi, dan bukan karena kemiskinan ataupun faktor ekonomi.Hadi mengatakan  para pelaku terorisme kebanyakan berasal dari generasi muda.

    Menurut Hadi, kelompok anak muda rentan mengalami indoktrinasi ideologi oleh kelompok radikal. “Tidak mudah mengatasi aksi terorisme ataupun gerakan radikal tersebut,” ujar Hadi pada seminar nasional yang digelar Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) angkatan 102 tahun 2017 di Halim Perdanakusuma, Kamis, 9 November 2017.

    Baca juga: Tito Karnavian: Indonesia Dipuji Hebat dalam Penanganan Terorisme

    Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Inspektur Jenderal TNI AU Marsekal Muda Umar Sugeng Hariyono, Hadi mengatakan perlu adanya sinergi yang kuat antar komponen bangsa agar keamanan nasional semakin terjaga.

    Pada kesempatan yang sama, Komandan Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara, Kolonel Penerbang Jorry S. Koloay mengatakan sistem keamanan Indonesia masih bersifat parsial dan sektoral. Ia berkaca pada pengalaman Filpina. “Kita angkat ini dalam kuliah kerja untuk merespon kejadian yang terjadi di Filipina karena penguatan sistem keamanan kita masih bersifat parsial dan sektoral,” ujarnya.

    Baca juga: Tito Karnavian: Terorisme Terjadi Selama Dunia Islam Konflik

    Hadi Tjahjanto berharap hasil kajian Sekolah Komando TNI AU bisa memberikan kontribusi positif dalam pencegahan aksi radikalisme dan terorisme. “Hasil kajian bisa menjadi bekal dalam penugasan,” ujarnya.

    Hadir beberapa narasumber diantaranya Guru Besar Unhan Makarim Wibisono, Ketua Departemen Hubungan Internasional CSIS, Edy Prasetyono, Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen Lodewyk Pusung, Analisis Madya Kementerian Pertahanan Kolonel Bambang Widarto, Dekan Fisipol UKI Angel Damayanti.

    TIKA AZARIA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.