Minggu, 22 September 2019

Warga Belanda Kunjungi Makam Pahlawan Tak Dikenal di Surabaya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Veteran saat melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, 10 Agustus 2015. Ziarah tersebut bertujuan untuk mengingat kembali perjuangan para Veteran dan rekan-rekannya yang telah gugur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Veteran. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Seorang Veteran saat melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, 10 Agustus 2015. Ziarah tersebut bertujuan untuk mengingat kembali perjuangan para Veteran dan rekan-rekannya yang telah gugur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Veteran. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Surabaya - Sejumlah warga Belanda, baik yang ada di Indonesia maupun yang datang dari negaranya, bakal melakukan tabur bunga mawar merah dan putih di makam pahlawan tak dikenal yang bertebaran di Taman Makam Pahlawan, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jumat sore, 10 November 2017.

    Kegiatan tabur bunga itu diinisiasi oleh komunitas Roodebrug Soerabaia. “Ini sejarah, bahwa untuk pertama kalinya generasi muda Belanda menaruh bunga dan berdoa di atas makam pahlawan yang gugur dalam pertempuran Surabaya,” kata founder Roodebrug Soerabaia, Ardy Setyawan, saat dihubungi, Kamis, 9 November 2017.

    Baca: Hari Pahlawan, PT Kereta Api Gratiskan Tiket bagi Para Veteran

    Dari Belanda akan hadir Direktur OGS (makam kehormatan Ereveld di Indonesia) Robbert van de Rijdt serta beberapa warga Belanda yang khusus datang dari Negeri Kincir Angin. Menurut Ardy, kegiatan tabur bunga itu merupakan reaksi positif dari Roodebrug Soerabaia yang pada Oktober lalu menaruh bunga di pusara anak-anak Belanda yang turut menjadi korban dalam perang 10 November 1945 di Surabaya.

    “Sudah saatnya generasi Indonesia-Belanda saat ini saling memberi penghormatan. Forgiven but not forgotten, saling memaafkan namun tidak untuk dilupakan,” kata dia.

    Ardy menuturkan kedatangan Robbert van de Rijdt ke Indonesia merupakan pembuktian jiwa besar mantan tentara Belanda itu. Pasalnya, sejak Oktober lalu, Rijdt sempat terlibat perang opini dengan komunitas pemerhati sejarah di Surabaya.

    Simak: Setelah Mantu, Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional di Istana

    Polemik berawal saat Roodebrug Soerabaia melakukan tabur bunga di Ereveld Kembang Kuning. Menurut Ardy, Rijdt kala itu berpendapat melalui media sosial bahwa kolonialisme pantas didukung. Pendapat Rijdt direspons keras oleh Ardy melalui akun Facebook miliknya.

    Selama sebulan, kata dia, terjadi “perang” opini di media sosial antara komunitas sejarah di Surabaya dan Belanda. “Namun, Rijdt akhirnya minta maaf dan bersedia datang ke Indonesia untuk tabur bunga di makam pahlawan. Saya kira masalahnya sudah selesai dan tidak perlu dipolemikkan lagi,” kata Ardy.

    KUKUH S. WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.